Salah satu solusi yang digagasnya adalah menghadirkan ruang dialog. Munafri menegaskan pentingnya membangun komunikasi berkelanjutan antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah sebagai langkah utama menuntaskan konflik ketenagakerjaan di Kota Makassar.
Appi menilai, dinamika hubungan industrial tidak bisa diselesaikan secara reaktif atau hanya saat terjadi gesekan. Ia pun mengajak seluruh elemen untuk mulai mempersiapkan peringatan May Day tahun berikutnya sejak awal.
Ia mendorong pembentukan forum dialog rutin yang mempertemukan serikat buruh dan pekerja dengan pemerintah dan asosiasi pengusaha untuk membahas berbagai persoalan ketenagakerjaan sejak dini.
Menurutnya, hubungan antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah harus dibangun atas dasar komunikasi yang setara, bukan saling menyalahkan. Appi menekankan pentingnya menjaga komunikasi secara berkelanjutan, tidak hanya menjelang peringatan May Day.
“Kita tidak mencari siapa yang benar atau salah, tapi bagaimana setiap persoalan bisa diselesaikan bersama tanpa merugikan satu pihak atau menguntungkan pihak lain,” tegasnya.
Ia mencontohkan, Pemerintah Kota Makassar dijadwalkan pada pertemuan awal, kemudian dilanjutkan bulan berikutnya oleh asosiasi pengusaha, lalu konfederasi/serikat pekerja secara bergilir setiap bulan.
Appi berharap hadirnya forum tersebut menjadi ruang untuk mengidentifikasi hambatan, memetakan persoalan, serta merumuskan solusi bersama sebelum menumpuk dan meluap di Peringatan Hari Buruh.
Shingga pada sampai di hari H di saat 1 Mei, tidak ada lagi persoalan, yang ada yang adalah kegiatan yang meriah dan gembira untuk kita semua.
“Ini harapan kita bersama supaya seluruh persoalan kita bisa eliminir di awal-awal untuk memastikan tidak ada lagi persoalan yang muncul yang bisa membuat teman-teman tidak mampu menyadurkan saluran aspirasi itu,” pungkasnya.
Sementara itu, Aliyah menegaskan bahwa momentum May Day menjadi pengingat penting bagi semua pihak untuk terus memperkuat komitmen terhadap kesejahteraan dan perlindungan pekerja.
“Penyerahan penghargaan malam ini adalah bentuk apresiasi atas dedikasi luar biasa, khususnya bagi karyawan disabilitas dan mitra kerja strategis. Ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus membangun ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif, adil, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forkopimda Kota Makassar, jajaran perangkat daerah, pimpinan perusahaan, asosiasi dunia usaha, serta perwakilan serikat pekerja/buruh se-Kota Makassar. (*)













