“Kita sering melihat kegagalan secara vertikal karena kebijakan. Tapi jangan-jangan persoalan kita juga ada secara relasional,” ujar Aan.
Aan berharap, sinergi yang kembali terjalin antara komunitas dan pemerintah dapat semakin memperkuat posisi MIWF sebagai ruang bersama yang terbuka, kolaboratif, dan berkelanjutan dalam mendorong pertumbuhan sastra serta kebudayaan di Kota Makassar.
Di menekankan pentingnya memperkuat koneksi dan komunikasi lintas pihak sebagai fondasi utama dalam membangun kerja kolektif yang sehat dan berkelanjutan, terutama dalam ekosistem kebudayaan yang melibatkan banyak aktor.
Aan juga mengungkapkan bahwa kolaborasi antara MIWF dan Pemerintah Kota Makassar pada tahun ini menjadi momentum penting, mengingat terakhir kali kerja sama tersebut terjalin pada tahun 2013.
Keterlibatan kembali pemerintah dinilai sebagai langkah strategis untuk memperluas dampak festival sekaligus memperkuat ruang kebudayaan yang inklusif.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa keberlangsungan MIWF hingga saat ini tidak terlepas dari peran besar warga dan komunitas yang secara konsisten menjaga festival ini tetap hidup dari tahun ke tahun.
“MIWF bisa bertahan sampai hari ini karena digerakkan oleh warga dan komunitas. Nilai-nilai itulah yang menjadi fondasi utama dalam setiap kolaborasi yang kami bangun,” tukasnya. (*)












