Pemkot Bersama Nusantara–RAPPO Perkuat Kolaborasi Makassar Bersih

Selain fokus pada pengelolaan sampah, Munafri menyebut Nusantara Infrastructure juga berkontribusi dalam program penurunan angka stunting di Kota Makassar.

Appi menyampaikan bahwa angka stunting di Makassar terus mengalami penurunan berkat kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta.

Lebih lanjut, Pemkot Makassar juga terus mendorong penerapan ekonomi sirkular melalui pengelolaan sampah organik dan anorganik.

Untuk sampah organik, pemerintah mengembangkan konsep pertanian lahan sempit berbasis kompos di tingkat kelurahan hingga rukun warga (RW).

Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah teba modern, yakni metode pengolahan sampah organik dengan sistem lubang kompos yang dapat dipanen dalam waktu 5–6 bulan.

“Pupuk kompos ini kemudian dimanfaatkan masyarakat untuk bertani di lahan-lahan sempit, sehingga setiap sudut kota yang tidak terpakai bisa menjadi produktif,” ungkapnya.

Selain itu, program budidaya maggot juga terus dikembangkan sebagai solusi pengolahan sampah organik. Munafri menyebut, satu kilogram maggot mampu mengolah hingga lima kilogram sampah, sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak bernilai ekonomis.

“Kami berharap kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dapat terus diperluas demi menciptakan Kota Makassar yang lebih bersih,” tukasnya.

BACA JUGA:  Edaran Mendagri, Open House Idulfitri di Pemkot Makassar Hanya Satu Hari

Diketahui bahwa program Nusantara Infrastructure di Kantor Lurah Pannampu. Program ini dimulai dari langkah sederhana namun berdampak besar, masyarakat memilah sampah langsung dari rumah.

Sampah terpilah tersebut kemudian disetorkan ke Bank Sampah Kampung Bersih Nusantara sebagai pusat pengumpulan dan pengelolaan awal. Dari sini, sampah plastik bernilai seperti HDPE, PP, dan LDPE diambil oleh tim Rappo Indonesia untuk diproses lebih lanjut.

Tidak berhenti di sana, proses ini juga menghadirkan dampak sosial yang nyata. Perempuan pesisir di Desa Nelayan Untia terlibat aktif dalam tahap pembersihan dan pencacahan plastik.

Juga membuka peluang ekonomi sekaligus memberdayakan komunitas lokal. Hasilnya, limbah yang sebelumnya tak bernilai diubah menjadi produk daur ulang yang fungsional dan bernilai jual.

Kini, produk-produk tersebut telah menembus pasar di Makassar, Jakarta, hingga Bali, membuktikan bahwa dari tangan masyarakat, sampah bisa bertransformasi menjadi solusi. Inilah wajah ekonomi sirkular mengurangi limbah, menciptakan nilai, dan menggerakkan perubahan dari bawah. (*)