Makassar, NusantaraInsight — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi), menerima penghargaan “Daerah Peduli Akses dan Infrastruktur Pendidikan” dari KompasTV pada puncak HUT ke-15 stasiun televisi tersebut di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (9/9/2026) malam. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, turut mengucapkan selamat atas capaian tersebut. Ia menyebut penghargaan ini menjadi bukti konkret komitmen Pemkot Makassar dalam menjamin hak dasar masyarakat atas pendidikan yang layak dan merata.
Munafri menegaskan bahwa pendidikan gratis harus dibarengi jaminan akses terhadap fasilitas yang memadai. “Hak tersebut harus terjamin dan bisa memberikan akses kepada seluruh masyarakat untuk menikmati infrastruktur pendidikan,” ujarnya, Kamis (10/9/2026).
Pemkot Makassar memprioritaskan pembangunan dan revitalisasi sarana-prasarana pendidikan, termasuk di wilayah kepulauan seperti Lakkang, Bone Tambu, Lae-Lae, Kodingareng, Barrang Lompo, dan Barrang Caddi. Perbaikan mencakup bangunan sekolah, meubelair, hingga fasilitas penunjang pembelajaran.
Pemerintah juga memberikan perhatian khusus kepada guru dan tenaga kependidikan, terutama yang bertugas di kepulauan. Skema tunjangan kini disesuaikan berdasarkan zona jarak penugasan—semakin jauh lokasi tugas, semakin besar insentif yang diterima.
“Semakin jauh dia bertugas, sebenarnya semakin besar biaya yang diberikan. Dengan bantuan ini, pemerintah menjembatani motivasi guru untuk tetap mengajar dengan baik,” tutur Appi.
Ke depan, Pemkot Makassar menargetkan pemerataan fasilitas lebih luas, termasuk pasokan listrik, jaringan internet, dan pemanfaatan energi surya (solar panel) di sekolah-sekolah kepulauan. Rumah dinas guru dan kepala sekolah juga akan diperbaiki agar tenaga pendidik dapat bertugas dengan lebih nyaman.
“Harapannya mereka mendapatkan kualitas yang sama dengan yang ada di Kota Makassar maupun yang ada di kepulauan. Itu salah satu visi misi yang diwujudkan dengan melihat akses pemerataan sekolah,” pungkas Munafri.












