DPU Makassar akan Bangun Drainase 700 Meter Kelilingi TPA Tamangapa

Makassar, NusantaraInsight — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas PU Makassar memastikan sistem drainase di TPA Tamangapa akan lebih representatif. Penataan akan dibuat lebih baik sehingga akses jalan, pemasangan tiang pancang, hingga penanganan kolam air lindi lebih konektif.

Hal ini disampaikan saat Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin didampingi Kadis PU Zuhaelsi Zubir meninjau progres pembenahan TPA Tamangapa, Rabu (2/9/2026).

Sejumlah pembenahan tengah dilakukan di kawasan TPA Tamangapa, mulai dari penataan dan penimbunan area sanitary landfill, perbaikan akses jalan, pemasangan tiang pancang, hingga penanganan kolam air lindi. Appi mengatakan peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh rekomendasi dan kewajiban hasil pengawasan penegakan hukum lingkungan segera ditindaklanjuti.

“Hari ini kami meninjau di TPA ini, penting sekali untuk memastikan kita keluar dari sanksi administrasi. Setelah Gakkum datang berkunjung, ada beberapa hal yang harus kita perbaiki,” ujarnya.

Namun, kondisi di lapangan disebut belum sesuai dengan ekspektasi Appi. Ia menilai masih terdapat sejumlah pekerjaan yang seharusnya telah dikerjakan berdasarkan arahan sebelumnya.

BACA JUGA:  Akuntabilitas Kinerja: DPRD Terima LKPJ Bupati Takalar 2025, Siap Bahas Secara Mendalam

“Hanya saja, tidak seperti yang saya bayangkan. Artinya sudah dikasih tahu ini yang harus dilakukan,” tambah Appi.

Menurutnya, pembenahan TPA Tamangapa menjadi salah satu fokus utama Pemkot Makassar. Pemerintah juga ingin memastikan sistem open dumping atau pembuangan sampah secara terbuka benar-benar dihentikan.

“Pembenahan TPA ini menjadi fokus utama guna menghentikan sistem pembuangan terbuka (open dumping) sepenuhnya dan mendorong transisi menuju sistem yang berkelanjutan seperti controlled landfill atau sanitary landfill,” jelasnya.

Appi mengatakan perubahan kondisi TPA Tamangapa mulai terlihat dibandingkan tahun sebelumnya. Penataan kawasan mulai dilakukan dan bau menyengat yang selama ini menjadi salah satu keluhan masyarakat juga disebut mulai berkurang.

“Sekarang wajah TPA berubah total, tampak terlihat beda jauh dengan tahun sebelumnya,” katanya.

Meski demikian, Appi mengingatkan perubahan fisik tersebut tidak boleh membuat dinas terkait berpuas diri. Menurutnya, masih ada infrastruktur pendukung yang harus dibenahi agar sistem pengelolaan TPA berjalan secara menyeluruh.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah sistem drainase dan pengelolaan air lindi. Appi meminta seluruh alur drainase yang membawa air lindi ditata dan dipastikan terhubung dengan sistem pengolahan air limbah atau IPAL.

BACA JUGA:  Zuhaelsi Zubir: PSEL Antang Masuk Tahap Lanjutan, Makassar Percepat Transformasi Pengelolaan Sampah

“Yang utama adalah alur dari drainase lindi yang terhubung dengan IPAL untuk memastikan air lindi itu tidak mencemari atau masuk ke dalam wilayah-wilayah permukiman masyarakat. Dan ini penting,” imbuh Appi.

Pemkot Makassar juga berkomitmen membangun drainase yang mengelilingi dan mendukung pengelolaan kawasan TPA. Drainase tersebut akan dibangun sepanjang sekitar 700 hingga 800 meter.

“Kita sudah buat komitmen bahwa seluruh luaran TPA, kira-kira ada sekitar 700–800 meter, ini akan kita bangun drainase,” ungkapnya.

Selain drainase, Pemkot Makassar berencana menambah kapasitas kolam lindi. Appi menjelaskan kolam yang tersedia saat ini dibangun sekitar 1993 ketika luas TPA masih sekitar empat hektare.

“Kolam lindi yang ada saat ini dibangun tahun 1993 kalau tidak salah. Itu masih pada saat TPA berukuran empat hektare,” tuturnya