Zuhaelsi menjelaskan, satu pembangunan SPAM baru rata-rata membutuhkan anggaran sesuai kebutuhan.
Anggaran tersebut mencakup sejumlah komponen utama, seperti pekerjaan pengeboran, pembangunan reservoir, bangunan pendukung, hingga jaringan Sambungan Rumah (SR).
“Itu terdiri dari pengeboran, reservoir, bangunan lainnya, dan jaringan berupa Sambungan Rumah,” jelasnya.
Kapasitas layanan setiap SPAM juga dirancang untuk mengakomodasi sedikitnya 50 Sambungan Rumah. Bahkan, pada sejumlah lokasi kapasitasnya dapat menjangkau lebih dari 100 SR, tergantung kondisi dan kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut.
Tidak berhenti pada 2025 dan 2026, Dinas PU juga telah menyiapkan rencana pengembangan SPAM untuk 2027.
Sebanyak 24 lokasi telah disiapkan untuk diusulkan dengan pagu anggaran. Fokus utama diarahkan kembali ke wilayah utara Kota Makassar, khususnya Kecamatan Tallo dan Ujung Tanah.
Dalam rincian yang disampaikan, dari rencana tersebut terdapat 16 lokasi yang disebut sebagai pembangunan SPAM baru, sementara sisanya diarahkan untuk kegiatan pemeliharaan, peningkatan, dan perluasan.
“Jika, dihitung berdasarkan pembangunan SPAM baru, terdapat 40 lokasi pembangunan baru yang kita rencanakan dalam rentang 2025 hingga 2027, yakni 14 lokasi pada 2025, 10 lokasi pada 2026, dan 16 lokasi yang direncanakan pada 2027,” bebernya.
“Jadi, seluruh jenis kegiatan SPAM, pembangunan baru, pemeliharaan, peningkatan, dan perluasan, dihitung berdasarkan rincian masing-masing tahun, total lokasi kegiatan mencapai 65 lokasi,” tambah dia.
Zuhaelsi menegaskan, pembangunan SPAM merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menghadirkan solusi jangka panjang bagi masyarakat yang belum terlayani jaringan distribusi air secara optimal.
Menurutnya, keberadaan sumur bor, reservoir, jaringan distribusi, dan Sambungan Rumah membuat masyarakat memiliki sumber air yang lebih dekat dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
“Memang kami alokasikan bahwa dengan pembangunan sumur bor ini memberikan ketersediaan air bersih untuk jangka panjang kepada warga Kota Makassar yang tidak terlayani oleh jaringan distribusi PDAM,” katanya.
Ia menambahkan, penguatan infrastruktur SPAM juga menjadi bagian dari upaya pemerintah mengantisipasi persoalan kekeringan secara lebih sistematis.
Artinya, penanganan tidak hanya dilakukan ketika krisis air terjadi, tetapi disiapkan melalui pembangunan infrastruktur yang dapat memperkuat ketahanan air masyarakat.
Dinas PU juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi infrastruktur dan jaringan yang telah terbangun untuk memastikan layanan tetap berjalan.












