Dengan pembangunan SPAM, ia berharap masyarakat yang belum memperoleh layanan PDAM tetap dapat menikmati akses air bersih yang layak dan aman, dinikmati warga.
“Ini perlu, supaya masyarakat yang belum memperoleh layanan PDAM tetap akan menikmati akses air bersih yang layak dan aman,” terangnya.
Ia juga menyebutkan, dalam pelaksanaannya, penguatan SPAM dilakukan melalui empat pendekatan. Pertama, pembangunan SPAM baru di wilayah yang belum memiliki akses air bersih.
Kedua, peningkatan kapasitas SPAM yang telah terbangun, antara lain melalui penambahan debit atau kapasitas sumber air dengan pembangunan sumur bor tambahan.
Ketiga, perluasan layanan dengan menambah jumlah Sambungan Rumah (SR) pada SPAM yang sudah tersedia.
“Keempat, pemeliharaan untuk memastikan infrastruktur SPAM yang telah dibangun tetap berfungsi dengan baik,” tuturnya.
Tak hanya itu, pada kesempatan ini, Zuhaelsi memaparkan, sepanjang 2025 Dinas PU mengalokasikan anggaran untuk kegiatan SPAM di 23 lokasi.
Lokasi tersebut tersebar di sejumlah wilayah, dengan perhatian khusus pada kawasan Ujung Tanah, Tallo, Kepulauan Sangkarrang, Tamalanrea, dan Biringkanaya, termasuk Manggala dan wilayah Kepulauan Sangkarrang.
Dari 23 lokasi tersebut, sebanyak 14 merupakan pembangunan SPAM baru, empat lokasi untuk pemeliharaan, dua lokasi untuk peningkatan kapasitas, dan tiga lokasi untuk perluasan jaringan.
“Sejumlah SPAM yang telah dibangun juga telah ditinjau langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, baru-baru ini,” ungkapnya.
Khusus wilayah kepulauan, Dinas PU juga menerapkan pendekatan berbeda sesuai kondisi geografis dan sumber air yang tersedia.
Dikatakan, untuk di Pulau Lumu-lumu dan Barrang Caddi, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, pemerintah menyediakan fasilitas Air Siap Minum (Arsinum).
Teknologi tersebut digunakan untuk mengolah air payau menjadi air siap minum sehingga dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.
“Kalau di Pulau Sangkarrang ada beberapa titik di tahun 2025, ada dua di Pulau Lumu-lumuk dan Barrang Caddi. Di situ bukan sumur bor, tetapi kami menyediakan alat Arsinum. Jadi air payau diolah menjadi air siap minum,” beber Zuhaelsi.
Dia menambahkan, penguatan SPAM berlanjut pada 2026, Dinas PU mengalokasikan anggaran untuk 18 lokasi.
Lokasi tersebut mencakup Kecamatan Ujung Tanah, Tallo, Tamalanrea, Biringkanaya, dan Manggala.
Dari 18 lokasi tersebut, sebanyak 10 lokasi merupakan pembangunan SPAM baru, tiga lokasi pemeliharaan, dua lokasi peningkatan, dan tiga lokasi perluasan.












