Kepala Wilayah IV PDAM Makassar, Fitriah Gasim, menjelaskan wilayah Kerung-Kerung selama ini memang dilayani dari sistem IPA 2 Panaikang yang saat ini mengalami kendala akibat menurunnya debit air baku.
“Kondisi tersebut berdampak pada distribusi air ke sejumlah pelanggan sehingga kami PDAM harus melakukan langkah penanganan cepat sambil sebagai solusi jangka menengah dan jangka panjang,” tuturnya.
Sebagai langkah darurat, PDAM Makassar saat ini terus melakukan sistem injeksi air langsung ke jaringan distribusi pelanggan agar suplai air tetap dapat mengalir ke kawasan terdampak seperti Maccini Gusung.
“Penanganan tercepat yang bisa kami lakukan saat ini sambil menunggu penanganan jangka panjang adalah melakukan injeksi air di jaringan distribusi,” katanya.
Ia menambahkan, tim teknis PDAM dari bagian Produksi dan Kehilangan Air (PKA) juga terus melakukan upaya rekayasa jaringan distribusi guna mengurangi ketergantungan wilayah Kerung-Kerung terhadap suplai dari IPA 2 Panaikang.
Salah satu langkah yang tengah disiapkan adalah memperkecil sistem jaringan distribusi dan mengalihkan sebagian suplai dari IPA 5 Somba Opu yang dinilai memiliki sumber air lebih stabil.
“Teman-teman di PKA saat ini berupaya melakukan perubahan sistem jaringan supaya wilayah tersebut tidak terlalu tergantung lagi pada pelayanan IPA 2 Panaikang,” ujarnya.
Menurut Fitriah, PDAM Makassar sedang mencari pola jaringan distribusi yang memungkinkan suplai air dari IPA 5 Somba Opu dapat dimanfaatkan untuk membantu pelayanan di wilayah terdampak.
“Kami mencari model jaringan yang bisa dimanfaatkan dari IPA 5 Somba Opu karena sumber airnya lebih bagus dan lebih stabil,” bebernya.
Langkah tersebut diharapkan menjadi solusi jangka menengah untuk memperkuat distribusi air bersih di wilayah utara dan kawasan Kerung-Kerung, sekaligus mengurangi potensi gangguan pelayanan akibat penurunan debit dari sumber utama.
PDAM Makassar memastikan penanganan terus dilakukan secara bertahap dan meminta masyarakat tetap bersabar selama proses perbaikan dan optimalisasi jaringan berlangsung.
“Insya Allah seluruh langkah ini dilakukan agar pelayanan air bersih kepada masyarakat bisa segera kembali normal,” tukasnya. (*)













