PDAM Makassar Siaga 24 Jam Tangani Keluhan Air Bersih 

“Kita punya dua alternatif solusi. Mana yang lebih cepat, itu yang segera kita laksanakan progres,” ungkapnya.

“Minggu ini kemungkinan sudah mulai dikerjakan penyambungan dari IPA Macini Sombala menuju wilayah utara,” tambahnya.

Andi Syahrum juga meminta masyarakat agar menyampaikan laporan secara rinci dengan mencantumkan titik lokasi agar penanganan di lapangan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

Termasuk nomor telepon yang bisa dihubungi, agar petugas tidak mengalami kesulitan saat melakukan penanganan.

Ia menegaskan seluruh jajaran PDAM, mulai dari kepala wilayah hingga tim teknis, tetap siaga selama 24 jam untuk merespons pengaduan pelanggan.

“Tentu tim teknis kami menangani laporan sampai 24 jam. Setiap ada laporan yang masuk, langsung direspons,” ujarnya.

Terkait aksi protes warga beberapa waktu lalu, Andi Syahrum mengatakan pihaknya sebenarnya telah melakukan antisipasi. Namun masih ada beberapa titik yang belum terjangkau karena laporan yang diterima belum spesifik.

“Hari ini, saya bersama tim kembali turun ke lokasi untuk memastikan seluruh titik yang bermasalah bisa ditangani,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Aduan Warga Makin Praktis, LONTARA+ Makassar Hadir di Website

Saat ini, Pemerintah Kota Makassar melalui PDAM bergerak cepat melakukan penanganan jangka pendek hingga menyiapkan solusi jangka menengah guna memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi.

Kepala Bagian Distribusi dan Kehilangan Air (DKA) PDAM Makassar, Wahidin, menjelaskan gangguan distribusi air di kawasan Kerung-Kerung terjadi akibat penurunan debit suplai dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Panaikang.

“Untuk daerah Kerung-Kerung itu memang ada dampak penurunan debit akibat suplai air dari Panaikang berkurang,” ujar Wahidin.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada kawasan Kerung-Kerung, tetapi juga memengaruhi pelayanan air bersih di sejumlah wilayah utara Kota Makassar.

Sebagai langkah cepat, PDAM Makassar telah melakukan berbagai upaya penanganan sementara, mulai dari distribusi air bersih menggunakan mobil tangki hingga melakukan sistem injeksi ke jaringan pipa pelanggan.

“Untuk saat ini yang telah kami lakukan yaitu pendistribusian mobil tangki dan membuat injeksi-injeksi ke jaringan distribusi,” jelasnya.

Selain itu, tim teknis PDAM juga melakukan pemeriksaan terhadap sistem distribusi utama di sekitar Jalan Veteran yang diduga menjadi salah satu titik penyebab distribusi air belum maksimal.

BACA JUGA:  Melinda Aksa Pimpin Jumat Bersih di Talasalapang

“Hari ini kami melakukan pemeriksaan palet distribusi utama di sekitar Jalan Veteran sehingga memengaruhi aliran air ke pelanggan,” katanya.

Dalam penanganan jangka menengah, PDAM menyiapkan skema pemisahan suplai jaringan antara sistem IPA Panaikang dan sistem IPA Somba Opu agar distribusi air ke wilayah terdampak bisa lebih stabil.

“Rencananya jaringan di sana akan disuplai dari sistem lain supaya bisa dipisahkan antara pipa Panaikang dengan sistem Somba Opu,” terang Wahidin.

Ia menambahkan, untuk wilayah pelayanan Kerung-Kerung, tim Wilayah 4 PDAM Makassar selama ini aktif melakukan distribusi bantuan air bersih kepada warga terdampak.

“Setiap hari kami membantu sekitar dua sampai tiga mobil tangki per hari, khususnya di Lorong 47B yang memang paling sering berkoordinasi meminta suplai air bersih,” katanya.

Distribusi air bersih dilakukan secara bertahap dengan pola pengantaran setiap tiga hari sekali menggunakan mobil tangki berkapasitas 10 kubik.

Wahidin mengungkapkan pihaknya juga sempat turun langsung menemui warga bersama Ketua RT dan RW setempat setelah muncul keluhan terkait distribusi mobil tangki yang dianggap belum merata.