Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar, Zuhaelsy Zubir, mengatakan pasca adanya pemenang tender dan MK terkait pembangunan stadion Untia, kini proses lanjutan dikebut, karena proyek merupakan infrastruktur strategis daerah.
Saat ini, proyek tersebut telah memasuki fase krusial berupa penyusunan dokumen teknis dan administrasi sebagai dasar pelaksanaan tender konstruksi fisik.
“Sekarang, proses persiapan administrasi dan dokumen fisik terus kami lakukan agar pembangunan stadion segera berlanjut ke tahap konstruksi di tahun 2026 ini,” jelasnya.
Diketahui, proyek Stadion Untia akan dikerjakan dengan skema tahun jamak (multiyears), yang dirancang berlangsung selama tahun berjalan.
Sepanjang tahun 2025 lalu, Pemkot Makassar memilih menahan laju pembangunan fisik dan memprioritaskan penyelesaian tahapan paling krusial, legalitas lahan.
Sebanyak 23 hektare kawasan Stadion Untia disertifikasi untuk memastikan kepastian hukum atas hak alas tanah.
Langkah ini menjadi pelajaran penting dari pengalaman masa lalu, bahwa pembangunan yang tergesa tanpa dasar legal yang kuat justru berpotensi menyisakan persoalan di kemudian hari, bahkan berujung menjadi proyek mangkrak.
Tidak berhenti di situ, berbagai dokumen teknis dan administratif juga dirampungkan secara paralel. Mulai dari feasibility study (FS) sebagai dasar kelayakan proyek, analisis dampak lalu lintas (andalalin) untuk memastikan aksesibilitas kawasan.
Hingga analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) sebagai bentuk komitmen terhadap keberlanjutan. Seluruh dokumen ini menjadi prasyarat mutlak agar pembangunan tidak hanya berjalan, tetapi juga terukur dan bertanggung jawab.
Dari sisi tata ruang, Pemerintah Kota juga menuntaskan dokumen penting seperti Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) melalui pertimbangan teknis pertanahan oleh Badan Pertanahan Nasional/ATR, serta penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) sebagai payung legal pembangunan kawasan.
Memasuki tahun 2026, progres mulai menunjukkan fase yang lebih kasat mata. Aktivitas di lapangan mulai bergerak, ditandai dengan kehadiran alat berat yang membuka akses jalan dan mempersiapkan proses penimbunan lahan.
Ini menjadi sinyal bahwa tahapan perencanaan yang panjang mulai bertransformasi menuju pekerjaan fisik.
Dengan seluruh tahapan tersebut, pembangunan Stadion Untia tidak lagi sekadar wacana, melainkan sebuah proses yang sedang berjalan, perlahan, namun dengan kepastian arah.
Lebih lanjut, Zuhaelsy Zubir, menyebutkan tahapan saat ini difokuskan pada penyusunan dokumen oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bersama pihak Manajemen Konstruksi (MK), yakni Ciriajasa Cipta Mandiri, yang telah ditetapkan sebagai pemenang lelang.
“Insya Allah kita tuntaskan dokumen bulan ini. Tim saat ini sedang merampungkan dokumen pemilihan untuk tender fisik, selain itu, MK juga terlibat dalam penyusunan basic design serta rancangan dokumen pengadaan,” ujarnya.
Pemerintah Kota Makassar optimistis, dengan kesiapan dokumen yang matang dan proses yang transparan, pembangunan Stadion Untia dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat besar bagi masyaraka
Dia menjelaskan, seluruh proses penyusunan dokumen ditargetkan rampung pada akhir April 2026. Selanjutnya, tahapan tender konstruksi fisik direncanakan mulai pada awal Mei sehingga Dimulai Juni atau Juni 2026.
Zuhaelsy menambahkan, proses tender diperkirakan berlangsung selama 30 hingga 45 hari sesuai ketentuan yang berlaku.
Namun demikian, adanya komponen dokumen teknis tambahan seperti skema B2B Contest berpotensi memengaruhi durasi proses.












