“Dengan proyeksi tersebut, perputaran uang atau ekonomi dari sektor pariwisata, kami perkirakan mencapai triliunan rupiah sepanjang 2025,” ungkap Hendra.
Dia menambahkan, adapun asal kunjungan wisatawan nusantara terbanyak masih didominasi dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Timur, DKI Jakarta.
Dan Jawa Barat, sementara wisatawan mancanegara umumnya berasal dari Malaysia, Singapura, Australia, dan beberapa negara Eropa.
Dengan hasil proyeksi ini, Dispar Kota Makassar menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pertumbuhan wisatawan nusantara, sekaligus meningkatkan strategi promosi internasional.
Inovasi lain adalah fokus pada penguatan citra keamanan, dan stabilitas kota agar pasar mancanegara dapat kembali berkunjung ke kota Daeng secara berkelanjutan.
“Target kita ke depan, khususnya tahun 2026, Makassar harus tampil sebagai kota yang aman, kondusif, dan menarik,” tuturnya.
Sejalan dengan itu, Hendra, menyampaikan bahwa pengembangan destinasi unggulan seperti Pulau Lanjukang, Samalona, dan Sungai Tallo akan menjadi penguat daya tarik wisata pada 2026.
Ia pun optimistis, dengan dukungan pengembangan destinasi dan promosi yang berkelanjutan, jumlah kunjungan wisatawan akan terus meningkat pada tahun mendatang.
“Dengan begitu, kita optimistis mampu menarik kembali wisatawan mancanegara sekaligus mempertahankan dominasi wisatawan nusantara,” tutup mantan Kadispora Kota Makassar itu.
Tak hanya itu, Dinas Pariwisata Kota Makassar, terus mematangkan strategi untuk meningkatkan kualitas kunjungan wisatawan, tidak hanya dari sisi jumlah, tetapi juga lama menginap.
Kepala Bidang Promosi dan Pemasaran Dispar Kota Makassar, Yulianti Jabir, menyampaikan bahwa penguatan promosi pariwisata tetap menjadi prioritas utama, terutama dengan rencana peluncuran Calendar of Event (CoE) 2026.
Kalender ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kunjungan sekaligus memperpanjang lama tinggal wisatawan di Kota Makassar.
“Calendar of Event 2026 kami siapkan sebagai instrumen utama promosi. Harapannya, wisatawan tidak hanya datang untuk satu agenda, tetapi tinggal lebih lama karena banyak pilihan event dan aktivitas wisata,” ujar Yulianti.
Berdasarkan data Dispar Makassar, rata-rata lama menginap wisatawan nusantara di Kota Makassar pada tahun 2024 tercatat 1,63 malam, sementara wisatawan mancanegara mencapai sekitar 2,4 malam.
Dispar Kota Makassar bersama Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) terus berupaya mendorong peningkatan lama menginap wisatawan.












