Karebosi Ramadan Fair 2026, Strategi Pemkot Makassar Perkuat Ekosistem UMKM

Dia menilai peningkatan kualitas produk dan layanan, termasuk kebersihan makanan dan lingkungan berjualan, menjadi faktor penting untuk membangun kepercayaan konsumen.

Appi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menyebut acara ini tidak mungkin terlaksana hanya oleh Dinas Koperasi semata, melainkan berkat kolaborasi berbagai pihak.

“Ke depan, Karebosi Ramadan Fair dapat digelar lebih besar dan lebih meriah dengan perencanaan yang semakin matang,” jelas politisi Golkar itu.

Sedangkan, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar, Arlin Ariesta, menyampaikan bahwa pelaksanaan Karebosi Ramadan Fair 2026 merupakan bagian dari upaya strategis Pemerintah Kota Makassar dalam mendorong peningkatan daya saing UMKM melalui momentum bulan suci Ramadan 1447 H/2026 M.

Menurutnya, kegiatan yang digelar pada 20–28 Februari 2026 di Pelataran Karebosi, Jalan R.A. Kartini, Makassar, ini tidak sekadar menjadi ajang jual beli, tetapi juga wadah integrasi antara pemberdayaan UMKM lokal dan pemenuhan kebutuhan masyarakat selama Ramadan.

“Mengingat Lapangan Karebosi merupakan ikon dan titik temu masyarakat Makassar, maka kegiatan ini bukan hanya ajang transaksi ekonomi, tetapi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Kota Makassar,” ujarnya.

BACA JUGA:  Munafri Tekankan Peran Aktif Dewan Pendidikan Makassar

Secara filosofis, Arlin menjelaskan bahwa maksud utama kegiatan ini adalah menciptakan ekosistem ekonomi religi.

Artinya, momentum Ramadan dimanfaatkan untuk memusatkan aktivitas ekonomi dan sosial dalam satu ruang publik yang ikonik.

“Kita ingin menghadirkan ruang promosi dan interaksi yang bernuansa religius, sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, Karebosi Ramadan Fair 2026 juga menjadi bentuk nyata komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam menghadirkan event ekonomi kreatif yang terintegrasi dalam kalender of event Kota Makassar tahun 2026.

Adapun tujuan kegiatan ini antara lain sebagai sarana perluasan akses pasar, promosi, serta jejaring kemitraan bagi pelaku usaha mikro dan kecil.

Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk mendorong peningkatan daya saing dan penguatan branding produk UMKM.

Dinas Koperasi juga menekankan pentingnya literasi digital dan inovasi, khususnya dalam pemanfaatan sistem pembayaran non-tunai dan penggunaan platform marketplace.

“Kita dorong UMKM agar semakin adaptif terhadap perkembangan digital, mulai dari transaksi non-tunai hingga penguatan citra produk agar lebih kompetitif,” katanya.

BACA JUGA:  Pemkot Makassar Hadirkan Armada Baru Bus Sekolah Gratis

Dalam pelaksanaannya, Karebosi Ramadan Fair menghadirkan 40 tenant usaha mikro terpilih yang telah melalui proses kurasi dari total 160 pelaku UMKM yang mendaftar.