“Kami ingin membangun kekuatan dari akar. Dari keluarga. Kampung KB bukan hanya proyek pembangunan fisik, tapi wadah perubahan sosial yang berdampak langsung ke masyarakat,” tambahnya.
Melalui komitmen tersebut, Pemerintah Kota Makassar berharap dapat terus menginspirasi daerah lain serta menunjukkan bahwa dengan kebijakan yang berpihak dan semangat gotong royong, pembangunan keluarga dapat menjadi fondasi utama kemajuan bangsa.
Munafri berharap, keikutsertaan Makassar dalam lomba ini tidak semata untuk meraih penghargaan, tetapi menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa pembangunan manusia dimulai dari keluarga dan lingkungan terdekat.
“Kami ingin Kota Makassar menjadi model pembangunan keluarga yang unggul dan inklusif di Indonesia. Bukan sekadar peserta lomba, tapi penggerak perubahan nyata di masyarakat,” pungkasnya.
Turut hadir mendampingi dalam kegiatan tersebut, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa, Sekda Makassar Andi Zulkifly Nanda, Kepala Dinas PPKB Kota Makassar Irwan Bangsawan, serta Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulsel Sodikin, S.H., M.M.
Selain itu, Pemerintah Kota Makassar melalui Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, menegaskan kesiapannya dalam mengikuti Lomba Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) Tingkat Nasional Tahun 2025.
Kampung KB Manggala menjadi satu-satunya perwakilan dari Provinsi Sulawesi Selatan pada ajang nasional tersebut.
“Kami mendukung penuh program Kampung KB sebagai implementasi dari visi misi Pemerintah Kota Makassar untuk menciptakan kota yang unggul, inklusif, aman, dan berkelanjutan,” jelas Lurah Manggala, Arwinah Aminuddin.
Dalam paparannya, ia menyampaikan bahwa Kampung KB di wilayahnya telah diresmikan sejak 11 Agustus 2017, mencakup dua wilayah dengan total luas 3,4 km² yang terdiri dari 72 RT dan 13 RW.
Berdasarkan data Sistem Informasi Keluarga (SIGA) per Maret 2025, terdapat 6.400 keluarga dengan total 2.143 jiwa yang menjadi sasaran program Kampung KB Mandala.
“Dukungan kami tidak hanya dari sisi regulasi, tetapi juga anggaran dan kolaborasi lintas sektor,” tutur Arwinah.
Pemerintah Kelurahan Manggala telah menerbitkan berbagai Surat Keputusan (SK) Lurah yang menjadi dasar penguatan kelembagaan Kampung KB.
SK ini mencakup pembentukan struktur kelembagaan dan penguatan kelompok-kelompok masyarakat seperti PKL, Bina Keluarga Remaja (BKR), dan Sekolah Lansia.
“Dana kelurahan juga dialokasikan secara khusus untuk kegiatan pembinaan, pencegahan stunting, serta rehabilitasi sarana prasarana rumah tangga di wilayah Kampung KB,” tuturnya.
Salah satu kekuatan utama Kampung KB Manggala terletak pada sinergi lintas sektor yang solid. Dinas Pendidikan, Dinas PU, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, hingga Kementerian Agama melalui KUA Kecamatan Manggala turut berpartisipasi dalam program-program berbasis keluarga.
Termasuk di antaranya integrasi Posyandu dengan PAUD, pembinaan calon pengantin untuk pencegahan stunting, serta dukungan pada program Keluarga Harapan.
Kelurahan Manggala juga menggandeng berbagai perguruan tinggi seperti Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Indonesia Timur (UIT), Universitas Negeri Makassar (UNM), dan Universitas Muslim Indonesia (UMI).
“Bentuk kemitraan tersebut meliputi pengabdian masyarakat, edukasi kesehatan, hingga inovasi layanan berbasis akademik,” ungkpanya.
Dia menjelaskan, kampung KB Manggala juga menghadirkan berbagai inovasi yang menjadi nilai tambah dalam penilaian lomba nasional.
Kelas Hari Pertama Kelahiran. Dimana, bersama Fakultas Kedokteran Unhas, dilakukan pendampingan terhadap ibu hamil dan balita dalam enam bulan pertama masa kelahiran.












