Kabar Gembira untuk Warga Makassar, Pasar Murah Keliling Hadir Jelang Lebaran

Munafri menyebutkan, setiap hari pemerintah kota akan membuka sekitar 8 sampai 9 titik pasar murah yang tersebar di sejumlah wilayah kecamatan.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.

“Setiap hari akan ada sekitar tujuh sampai delapan titik yang kita buka untuk merespons kondisi pasar, supaya rantai pasokan tetap stabil dan harga eceran di masyarakat tidak melonjak,” tegansya.

Menurutnya, kehadiran pasar murah lewat mobile menjadi sangat penting bagi masyarakat, terutama bagi warga yang ingin mendapatkan bahan pokok dengan harga standar di tengah fluktuasi harga yang terjadi di pasar.

Pihaknya, akan menjangkau titik lokasi di berbagai Kelurahan dan Kecamatan. Harga bahan pangan lebih murah dibanding kebutuhan di pasaran.

Pria yang akrab disapa Appi itu menambahkan, seluruh kecamatan di Kota Makassar telah diminta untuk bersiaga dan menyiapkan lokasi pelaksanaan pasar murah di wilayah masing-masing.

Namun karena keterbatasan distribusi, kegiatan tersebut akan dilakukan secara bergiliran di sejumlah titik setiap harinya.

BACA JUGA:  Wali Kota dan Ketua TP PKK Makassar Launching Program BioBerkah 1000 Pipa Biopori Permabudhi

“Semua kecamatan kita standby. Pihak kecamatan akan menyiapkan daftar lokasi pelaksanaan, sementara Dinas Perindag dan Dinas Ketahanan Pangan menyiapkan bahan kebutuhan pokok yang akan dibawa ke lokasi yang sudah ditentukan,” jelasnya.

“Mekanisme pasar sudah mulai naik turun, maka pemerintah harus hadir masuk untuk melakukan solusi. Tujuannya agar harga-harga kebutuhan pokok masih bisa didapatkan masyarakat dengan harga yang lebih rendah,” tambah Appi.

Ia memperkirakan setiap hari akan dibuka sekitar delapan hingga sembilan titik pasar murah yang tersebar di beberapa kelurahan dalam wilayah kecamatan.

Melalui program ini, Pemerintah Kota Makassar berharap masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus menjaga laju inflasi daerah tetap terkendali menjelang perayaan Idul Fitri.

“Ini juga menjadi bagian dari upaya kita menyambut Idul Fitri, sekaligus memastikan inflasi di Kota Makassar tidak mengalami kenaikan yang terlalu tinggi,” pungkas Munafri. (*)