Dalam pelaksanaannya, pemerintah juga menggandeng Perum Bulog untuk memastikan pasokan bahan pangan tersedia dan dapat dijual kepada masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau.
“Mulai besok dan selama sepuluh hari terakhir Ramadan, teman-teman dari Ketahanan Pangan dan Dinas Perindag akan turun langsung bersama bahan kebutuhan pokok dari Bulog untuk membuat beberapa pasar murah di berbagai tempat setiap hari,” jelasnya.
Apa yang dilakukan, bagian dari tugas Pemerintah Kota Makassar, mengintensifkan langkah pengendalian inflasi menjelang Idulfitri dengan menggelar pasar murah di sejumlah wilayah kecamatan.
Program ini dilakukan melalui mobil inflasi yang disiapkan untuk mendekatkan kebutuhan pokok masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau.
Untuk tahap awal, kegiatan pasar murah dijadwalkan berlangsung di dua titik, yakni di Jalan Kapasa Raya tepatnya di halaman Masjid Nurul Amin, serta di Kecamatan Mariso, Kelurahan Mattoangin, Kompleks Pesona Dahlia.
Sebanyak sembilan unit mobil inflasi disiapkan oleh Pemerintah Kota Makassar untuk berkeliling ke berbagai kecamatan. Kehadiran mobil ini menjadi bagian dari upaya intervensi pasar guna menekan angka inflasi yang saat ini tercatat berada di angka 6,23 persen.
Melalui program pasar murah tersebut, pemerintah berharap kebutuhan pokok masyarakat tetap dapat terpenuhi, khususnya di tengah kecenderungan kenaikan harga menjelang akhir Ramadan.
“Selain itu, intervensi pasar ini juga diharapkan mampu menjaga stabilitas harga bahan pokok agar tidak melonjak terlalu tinggi,” kata mantan CEO PSM itu.
Ini, bagian dari komitmen, Pemerintah Kota Makassar menugaskan sejumlah perangkat daerah untuk memastikan program ini berjalan optimal.
Dinas terkait, Perumda Pasar, serta pihak kecamatan diminta berkoordinasi dalam mengatur distribusi barang, jadwal operasional mobil inflasi, serta titik pelaksanaan pasar murah setiap harinya.
Mobil inflasi ini nantinya akan bergerak secara bergilir di berbagai wilayah dengan membawa sejumlah kebutuhan pokok yang dijual dengan harga yang telah diintervensi oleh pemerintah.
Dalam operasi pasar tersebut, beberapa komoditas disediakan dengan harga lebih terjangkau, di antaranya beras SPHP yang dijual sekitar Rp55.000 hingga Rp58.000 per kemasan, minyak goreng merek Minyak Kita seharga Rp15.000 per liter, serta gula pasir dengan harga Rp17.500 per kilogram.
“Dengan langkah ini, Pemerintah Kota Makassar berharap masyarakat dapat memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih stabil sekaligus menekan laju inflasi,” sebutnya.












