Menurutnya, penggunaan lampu berbasis tenaga surya ini menjadi solusi yang tepat bagi wilayah kepulauan, mengingat keterbatasan akses jaringan listrik konvensional di sejumlah titik.
“Selain ramah lingkungan, lampu solar cell ini juga efektif dalam menjawab kebutuhan masyarakat akan penerangan jalan yang memadai, khususnya pada malam hari,” jelasnya.
Di bawah kepemimpinan Munafri pemerataan pembangunan di Kota Makassar, bukan lagi janji, melainkan kerja nyata yang mulai dirasakan hingga ke pulau-pulau terluar.
Ditambahkan, pemasangan lampu tersebut diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan warga, sekaligus mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di kawasan pesisir.
Lebih jauh, Rheza menekankan bahwa program ini bukan sekadar penyediaan infrastruktur, melainkan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat kepulauan.
“Kami ingin memastikan masyarakat di pulau juga mendapatkan fasilitas penerangan yang layak,” tuturnya.
“Ini bukan hanya soal lampu, tetapi bagaimana menghadirkan rasa aman dan mendorong peningkatan kualitas hidup warga,” lanjutnya.
Dia melanjutkan, ke depan Pemerintah Kota Makassar akan terus memperluas jangkauan program penerangan berbasis energi terbarukan ini ke wilayah lain yang masih membutuhkan.
“Sesuai visi pak Wali Kota, Pemerintah berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi berkelanjutan, termasuk memperluas pemasangan lampu tenaga surya di titik-titik strategis lainnya,” tutupnya.
Selain lampu jalan di pulau, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, dalam waktu dekat akan mengoperasikan Pete-pete Laut pada Mei atau Juni 2026 mendatang.
Gagasan tersebut disampaikan Munafri saat menerima kunjungan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Perhubungan RI, Suharto, di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Jumat malam, lalu.
Dalam pertemuan tersebut, Munafri menegaskan pentingnya menghadirkan sistem transportasi laut yang terintegrasi guna mendukung mobilitas warga kepulauan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di wilayah pulau.
“Rencana pembukaan rute kapal antar pulau ini diharapkan menjadi solusi atas keterbatasan akses transportasi yang selama ini dihadapi masyarakat, sekaligus memperkuat konektivitas antara daratan Kota Makassar dan wilayah kepulauan di sekitarnya,” tutur Munafri, waktu Jumat (17/4) malam.
Layanan transportasi antarpulau ini akan beroperasi dari rute beberapa pulau, termasuk pulau Barrang Lompo hingga ke Lanjukang.
Hadirnya transportasi laut ini bagian dari program VISI-misi Pemerintahan MULIA untuk warga Pulau.













