IGS 2026: Warisan Epik La Galigo dan Kuliner Khas, Pukau Delegasi Internasional di Makassar

Lanjut dia, peluang dari para pengusaha di Kota Makassar bisa tersambung melalui para duta besar dan tamu-tamu yang hadir.

Ia juga berharap sumber daya yang dimiliki pengusaha lokal dapat terekspos dengan baik sehingga membuka peluang ekonomi yang tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga hingga ke luar negeri.

Terkait peluang investasi yang akan ditawarkan kepada para delegasi, Appi menyebut sejumlah sektor strategis telah disiapkan untuk dipresentasikan dalam forum bisnis.

Di antaranya pengembangan sektor pariwisata, konektivitas kawasan kepulauan, pembangunan infrastruktur perkotaan, pengembangan kawasan industri, hingga kerja sama transportasi publik.

“Ada beberapa potensi yang akan kita tawarkan, seperti sektor pariwisata, pengembangan kawasan Pulau Supermonde, pembangunan infrastruktur di Kota Makassar, peluang pengembangan kawasan industri dan pembangunan pabrik, termasuk transportasi publik,” jelasnya.

Dia juga mengungkapkan bahwa dari 28 negara, terdapat 16 negara telah menyatakan minat untuk melakukan pertemuan lebih lanjut dengan Pemerintah Kota Makassar guna menjajaki peluang kerja sama yang lebih spesifik.

“Hari Rabu tanggal 23 Juni, ada sekitar 16 negara yang akan duduk bersama dengan kita. Kita akan membahas apa yang kita miliki, apa yang mereka butuhkan, dan peluang kerjasama” terang Munafri.

BACA JUGA:  Munafri Pastikan Perda Penanganan HIV di Makassar Rampung 2026

Melalui Indonesia Gastrodiplomacy Series 2026, Pemerintah Kota Makassar berharap posisi kota ini sebagai gerbang utama Indonesia Timur semakin dikenal dunia internasional, sekaligus memperkuat perannya sebagai pusat perdagangan, investasi, pariwisata, dan diplomasi ekonomi di kawasan timur Indonesia.

Selain itu, Appi mengungkapkan, sejumlah delegasi yang hadir mengaku baru pertama kali mengunjungi Kota Makassar.

Meski sebelumnya telah mengenal nama Makassar, pengalaman datang langsung memberikan kesan positif terhadap perkembangan kota ini. Bahakan, nanyak di antara mereka baru pertama kali datang ke Makassar.

“Mereka para delegasi, ada baru injak kaki di Makassar, mereka sering mendengar tentang Makassar, tetapi ketika datang langsung, mereka melihat bahwa Makassar memiliki karakter yang berbeda dibanding kota-kota lain. Mereka kagum,” tutur Munafri.

“Bahkan, para delegasi memberikan apresiasi terhadap kuliner yang disajikan selama kegiatan berlangsung. Beberapa yang saya ajak berbincang mengatakan makanan yang disajikan sangat enak. Ini menjadi bagian dari gastrodiplomasi yang kita lakukan,” tambahnya. (*)