HUT ke-81 RI, Pemkot Makassar Luncurkan Program “Merdeka dalam Genggaman”

Sementara itu, fitur ketiga, Makassar Move, dirancang tidak hanya sebagai sarana untuk mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat, tetapi juga sebagai ruang interaksi antara warga dan pemerintah.

Melalui Makassar Move, masyarakat dapat merekam aktivitas fisik yang dilakukan sehari-hari, seperti berjalan kaki, jogging, berlari, hingga bersepeda.

“Yang jalan kaki, yang jogging, yang naik sepeda, yang lari, silakan masuk ke dalam aplikasi Lontara,” ungkapnya Appi.

“Setiap minggu akan ada hadiah-hadiah menarik yang diundi untuk kita dapatkan bersama-sama,” sambung Munafri.

Ia menyebut, fitur tersebut merupakan salah satu cara pemerintah mengajak masyarakat untuk membangun kebiasaan hidup sehat sekaligus berpartisipasi dalam pengawasan kondisi lingkungan kota.

Sebab, Makassar Move tidak berhenti pada pencatatan aktivitas olahraga, masyarakat juga dapat melaporkan berbagai hal yang ditemukan ketika beraktivitas di jalan, termasuk kondisi yang membutuhkan perhatian maupun perbaikan dari pemerintah.

“Jadi, kita meluncurkan Makassar Move ini adalah sebuah kegiatan di mana masyarakat Kota Makassar yang datang melakukan kegiatan sehat setiap hari,” jelasnya.

BACA JUGA:  Progres 100 Hari, Program Siap Jalan

“Baik itu yang berjalan, baik itu yang jogging, baik itu yang berlari, baik itu yang naik sepeda, bisa melaporkan hal-hal yang mereka lihat di jalanan untuk dilakukan pola perbaikan,” tambah Appi.

Bagi Munafri, pola tersebut menjadi ruang komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat.

Menurutnya, keterlibatan warga sangat penting karena tidak semua persoalan di lapangan dapat terpantau secara langsung oleh pemerintah.

Nah, inilah yang di maksudkan sebagai ruang interaksi, ruang komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat untuk membangun sebuah kebersamaan yang lebih baik.

“Sehingga hal-hal yang luput dari perhatian pemerintah bisa cepat diakses melalui layanan fitur digital yang diberikan oleh pemerintah,” tuturnya.

Munafri menegaskan, peluncuran tiga fitur tersebut sekaligus menjadi simbol semangat kemerdekaan di era digital.

Dia menyebut, kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai kebebasan dari penjajahan, tetapi juga sebagai upaya menghadirkan kemudahan dan akses pelayanan bagi masyarakat.

“Kami meluncurkan pelayanan ini adalah sebuah komitmen dalam membangun digitalisasi di Kota Makassar. Ini adalah wujud kemerdekaan digital di bidang pelayanan publik,” tegasnya.

BACA JUGA:  Munafri: Perjanjian Kinerja Bukan Seremoni, Tapi Tanggung Jawab Moral

Appi berharap masyarakat tidak hanya menjadi pengguna layanan, tetapi juga ikut mengawasi dan mengawal pembangunan Kota Makassar melalui ruang digital yang telah disediakan pemerintah.