Namun, perubahan pada salah satu titik membuat arus air kembali bergerak dan membawa material sampah ke kawasan perbatasan tersebut.
“Ketika di sana dibuka, otomatis arusnya lari ke sini. Sementara di sini tetap kita tutup agar sampah tidak kembali terbawa ke hilir. Akibatnya, sampah mengendap di titik ini,” jelasnya.
“Padahal pagi tadi kondisi masih bersih, tapi begitu dibuka, sampah langsung mengalir ke sini,” sambung dia.
Syahril mengakui sempat terjadi kelengahan dalam pengawasan, lantaran adanya banyak titik yang harus dipantau secara bersamaan. Ia tidak menduga adanya bukaan baru yang memicu pergeseran aliran sampah tersebut.
Untuk percepatan penanganan, pihak kecamatan mengerahkan unsur kebersihan tingkat RT/RW, serta berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Makassar yang menurunkan personel lengkap dengan perahu untuk membantu proses pembersihan kanal.
Dengan langkah cepat dan kolaboratif tersebut, diharapkan persoalan penumpukan sampah di kanal perbatasan Kelurahan Maccini dan Karuwisi dapat segera teratasi, sekaligus mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.
“Target kami malam ini sudah harus bersih. Kita harus cepat merespons setiap aduan masyarakat,” tegas Syahril.
Dia juga menyebutkan, keberadaan kontainer sampah di sekitar lokasi kanal yang dinilai perlu ditata ulang. Menurutnya, seluruh sampah warga sebenarnya sudah terfasilitasi melalui kontainer tersebut, sehingga penumpukan di kanal lebih disebabkan oleh kiriman dari wilayah lain.
“Semua warga di sini sudah membuang sampah ke kontainer. Jadi ini bukan semata sampah lokal, tapi kiriman dari atas yang terbawa arus,” katanya.
Meski demikian, Syahril menegaskan bahwa persoalan ini tetap menjadi tanggung jawab bersama lintas wilayah.
Ia menolak untuk saling menyalahkan dan menekankan pentingnya kolaborasi antarwilayah, termasuk peran aktif RT/RW.
“Kita tidak ingin saling menyalahkan. Ini tanggung jawab bersama. Semua harus berbaur untuk menyelesaikan persoalan ini,” ujarnya.
Sebagai langkah lanjutan, pihak kecamatan telah menginstruksikan pemindahan kontainer sampah ke lokasi yang lebih representatif agar tidak lagi menimbulkan kesan kumuh.
Lahan baru yang berada di dalam area pekarangan telah disiapkan dan dibersihkan untuk menampung kontainer tersebut.
“Saya sudah perintahkan lurah untuk memindahkan kontainer ke lokasi yang sudah disiapkan, masuk ke dalam area agar tidak terlihat semrawut di pinggir jalan. Tempatnya sudah kita bersihkan,” pungkas Syahril. (*)













