“Karena itu, ruang-ruang seperti ini perlu kita tutup melalui edukasi dan peningkatan literasi digital,” terangnya.
Mantan Kadis Pariwisata Makassar itu menegaskan, kolaborasi antara Diskominfo dan Densus 88 bukan bertujuan membatasi akses masyarakat terhadap teknologi, melainkan memberikan pemahaman agar masyarakat mampu mengenali dan menghindari berbagai ancaman di dunia digital.
Menurutnya, penguatan literasi digital menjadi kebutuhan mendesak di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat di internet yang juga diiringi dengan meningkatnya berbagai bentuk kejahatan siber.
“Kami berharap pola kolaborasi ini dapat memberikan manfaat dan pengetahuan kepada masyarakat terkait literasi digital, termasuk literasi keamanan. Saat ini masih banyak masyarakat yang menjadi korban kejahatan dan persoalan keamanan digital,” imbuh Roem.
Sinergi lintas sektor tersebut diharapkan mampu membangun ekosistem digital yang lebih sehat, aman, dan bertanggung jawab bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dengan adanya kolaborasi antara Diskominfo, Densus 88, kami berharap ruang-ruang digital menjadi aman untuk semua, tidak hanya bagi anak-anak, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Kota Makassar,” tutup Roem. (*)












