Pada kesempatan ini, Ketua Presidium Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Makassar, Alexander Edison, menyampaikan pentingnya ruang dialog antara mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadapi berbagai isu di Kota Makassar.
Menurutnya, setiap persoalan perlu lebih dulu dikomunikasikan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di publik.
“Kalau ada isu di Kota Makassar, sebaiknya teman-teman bisa konsultasi atau berdialog lebih dulu. Itu sejalan dengan agenda kami hari ini bersama Pak Wali, yaitu membicarakan persoalan perkembangan kota melalui ruang dialog,” ujar Alexander.
Ia menegaskan bahwa Cipayung Plus tengah merencanakan sebuah forum dialog publik. Forum tersebut nantinya akan menghadirkan Wali Kota Makassar, bersama masyarakat sebagai audiens utama, agar kebijakan pemerintah bisa tersampaikan secara langsung dan transparan.
“Target audiensnya jelas, yaitu masyarakat Kota Makassar. Kami berharap Pak Wali bisa hadir langsung untuk menyampaikan kebijakan-kebijakan pemkot kepada publik. Itu penting sebagai wujud demokrasi berbasis dialog,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Alexander juga menekankan, mahasiswa seharusnya tidak dicap negatif, sebab gerakan mereka berlandaskan kritik konstruktif yang ingin memperbaiki keadaan.
“Dengan ruang dialog yang terbuka, kami yakin demokrasi di Makassar bisa berjalan lebih bermartabat,” tukasnya.












