Cipayung Plus Jalin Silaturahmi dengan Wali Kota Makassar, Siap Kolaborasi

Pertemuan ini menjadi ruang dialog hangat antara pemerintah dan mahasiswa lintas organisasi, yang menegaskan komitmen untuk bersama-sama membangun kota sekaligus menjaga sikap kritis dan idealisme gerakan.

Dalam kesempatan itu, para ketua organisasi menyampaikan tekad untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, tanpa meninggalkan peran mahasiswa sebagai pengawal aspirasi rakyat.

Mereka sepakat bahwa perjuangan mahasiswa harus ditempuh secara bermartabat, menghindari praktik anarkisme, dan tetap berlandaskan nilai kebangsaan.

Ketua PC Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Makassar, Nasruddin, menilai organisasi Cipayung Plus memiliki posisi yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Sebab, keberadaannya mampu menyatukan berbagai elemen mahasiswa lintas organisasi dengan dasar solidaritas yang kokoh.

“Cipayung ini bisa dikenal dari banyak sisi, yang paling penting adalah soliditasnya. Inilah kekuatan terbesar yang ada di tengah masyarakat, bahwa kami berdiri bersama untuk isu-isu yang relevan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Nasruddin menyebut isu-isu yang diangkat dalam pergerakan mahasiswa bukan hanya soal nasional, tetapi juga menyentuh persoalan masyarakat di level akar rumput.

BACA JUGA:  Appi: Kader PMII Harus Jadi Teladan Generasi Muda

Dari diskusi panjang yang telah dilakukan, ia mengatakan lahir satu gagasan dan poin kegiatan yang akan diwujudkan bersama pemerintah daerah, termasuk Pemerintah Kota Makassar.

“Dari situ lahir sebuah gagasan konkret yang ingin kami selenggarakan bersama pimpinan daerah, termasuk Pemkot Makassar. Ini agar peran mahasiswa tidak hanya sebatas kritik, tapi juga hadir dengan solusi,” pungkasnya.

Sedangkan, Sekretaris KAMMI Makassar, Ilham, menegaskan bahwa mahasiswa tetap berdiri bersama rakyat dan menjaga sensitivitas sosial dalam setiap gerakan.

Ia menilai pentingnya menghindari provokasi atau isu-isu yang “digoreng” pihak tertentu sehingga menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Kami ingin sampaikan bahwa mahasiswa sejatinya tetap bersama rakyat. Sensitivitas masyarakat harus dijaga, jangan sampai diprovokasi oleh pihak-pihak tertentu,” ujar Ilham.

Ia juga menekankan, persatuan dan perdamaian adalah prinsip yang tidak bisa ditawar dalam setiap pergerakan mahasiswa, meskipun mereka datang dari latar belakang dan organisasi yang berbeda.

Persatuan itu di atas segala-galanya. Walaupun mahasiswa berbeda warna dan latar belakang, pada akhirnya tetap satu tujuan.

BACA JUGA:  Lahan Pemakaman di Makassar Menipis, Munafri Cek Calon TPU di Maros

“Aksi beberapa hari lalu menjadi contoh baik bahwa mahasiswa bisa menyampaikan aspirasi dengan damai, bukan dengan cara-cara anarkis,” jelasnya.

Ilham menegaskan bahwa kejadian-kejadian yang sempat terjadi di Makassar bukan berasal dari kelompok mahasiswa yang benar-benar terkonsolidasi.

Menurutnya, mahasiswa yang terorganisir justru berangkat dengan semangat kritik yang konstruktif, sehingga gerakannya damai dan aspiratif.

Ia menutup dengan mengapresiasi sikap Wali Kota Makassar yang cepat merespons aspirasi mahasiswa. Baginya, hal tersebut menjadi ruang positif bagi mahasiswa dan pemerintah untuk terus membangun komunikasi yang sehat.

“Buktinya, aksi mahasiswa yang terkonsolidasi berjalan damai dan aspirasi tersampaikan. Bahkan, langsung direspons oleh Pak Wali. Itu menunjukkan bahwa jalur dialog dan konsolidasi bisa efektif,” tambahnya.

Selanjutnya, Ketua PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Makassar, Hariandi, menegaskan bahwa gerakan mahasiswa di Makassar, tetap menjunjung nilai idealisme.

Ia menegaskan, tuntutan yang disuarakan Cipayung Plus dalam aksi demonstrasi bukanlah kepentingan kelompok, melainkan representasi dari aspirasi rakyat.