Ia menilai pentingnya menghindari provokasi atau isu-isu yang “digoreng” pihak tertentu sehingga menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Kami ingin sampaikan bahwa mahasiswa sejatinya tetap bersama rakyat. Sensitivitas masyarakat harus dijaga, jangan sampai diprovokasi oleh pihak-pihak tertentu,” ujar Ilham.
Ia juga menekankan, persatuan dan perdamaian adalah prinsip yang tidak bisa ditawar dalam setiap pergerakan mahasiswa, meskipun mereka datang dari latar belakang dan organisasi yang berbeda.
Persatuan itu di atas segala-galanya. Walaupun mahasiswa berbeda warna dan latar belakang, pada akhirnya tetap satu tujuan.
“Aksi beberapa hari lalu menjadi contoh baik bahwa mahasiswa bisa menyampaikan aspirasi dengan damai, bukan dengan cara-cara anarkis,” jelasnya.
Ilham menegaskan bahwa kejadian-kejadian yang sempat terjadi di Makassar bukan berasal dari kelompok mahasiswa yang benar-benar terkonsolidasi.
Menurutnya, mahasiswa yang terorganisir justru berangkat dengan semangat kritik yang konstruktif, sehingga gerakannya damai dan aspiratif.
Ia menutup dengan mengapresiasi sikap Wali Kota Makassar yang cepat merespons aspirasi mahasiswa. Baginya, hal tersebut menjadi ruang positif bagi mahasiswa dan pemerintah untuk terus membangun komunikasi yang sehat.
“Buktinya, aksi mahasiswa yang terkonsolidasi berjalan damai dan aspirasi tersampaikan. Bahkan, langsung direspons oleh Pak Wali. Itu menunjukkan bahwa jalur dialog dan konsolidasi bisa efektif,” tambahnya.
Selanjutnya, Ketua PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Makassar, Hariandi, menegaskan bahwa gerakan mahasiswa di Makassar, tetap menjunjung nilai idealisme.
Ia menegaskan, tuntutan yang disuarakan Cipayung Plus dalam aksi demonstrasi bukanlah kepentingan kelompok, melainkan representasi dari aspirasi rakyat.
Proses konsolidasi pun dilakukan secara serius dan berulang kali untuk memastikan tuntutan yang disampaikan benar-benar berakar dari kebutuhan masyarakat.
“Itu kami lakukan untuk mendiskusikan langkah-langkah terbaik agar publik tidak menganggap aksi mahasiswa berujung pada kekacauan atau ditangani dengan kekerasan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Hariandi menyampaikan bahwa Cipayung Plus Makassar ke depan akan terus menginisiasi ruang-ruang dialog dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah.
Menurutnya, hal ini penting agar setiap aspirasi dapat ditangani secara solutif dan tidak berakhir dengan konflik di lapangan.
“Ke depan, Cipayung Plus akan terus menginisiasi ruang dialog. Kami sudah memiliki draft bersama sebagai pijakan, dan itu menjadi komitmen kami untuk menjaga arah gerakan mahasiswa tetap konstruktif,” tutupnya.












