Appi Terima Pejabat Uni Eropa, Makassar Dibidik Jadi Pusat Investasi Indonesia Timur

“Harapan kami tahun depan Parlemen Indonesia dan Parlemen Uni Eropa dapat meratifikasi CEPA,” harapnya.

“Jika itu terwujud, maka akan membuka peluang investasi yang lebih besar, menciptakan lapangan kerja baru, termasuk bagi kota-kota seperti Makassar,” lanjutnya.

Ia menambahkan, Uni Eropa melihat Indonesia sebagai mitra strategis utama di kawasan Asia Tenggara.

Melalui berbagai program seperti Global Gateway dan instrumen kerja sama lainnya, Uni Eropa berkomitmen mendukung target Indonesia menjadi negara maju pada tahun 2045.

“Kami ingin membantu Indonesia mencapai visi Indonesia Emas 2045. Dukungan itu mencakup investasi, pembangunan ekonomi, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia yang berkelanjutan,” tuturnya.

Antoine menekankan bahwa konsep pembangunan berkelanjutan menjadi perhatian utama Uni Eropa.

Menurutnya, pembangunan masa depan harus mampu menjawab tantangan lingkungan sekaligus menciptakan kesejahteraan bagi generasi mendatang.

Ia menilai, generasi kami telah membuat banyak kesalahan karena pembangunan yang tidak berkelanjutan.

“Sekarang tugas kita adalah memperbaikinya dan membangun masa depan yang lebih baik bagi generasi berikutnya,” katanya.

BACA JUGA:  Ketua TP PKK Makassar Tanam Bougenville dan Kompos Biopori di Anjungan Losari

Dalam kesempatan tersebut, Antoine juga mengungkapkan kekagumannya terhadap perkembangan Makassar yang dinilai sebagai kota yang dinamis dengan potensi besar sebagai gerbang Indonesia Timur.

Dia menilai keberadaan perguruan tinggi, komunitas anak muda, serta posisi strategis Makassar menjadi modal penting dalam menarik investasi dan kerja sama internasional.

“Saya melihat banyak hal positif di Makassar. Kota ini memiliki komunitas muda yang sangat dinamis dan berperan sebagai pintu gerbang Indonesia Timur. Potensi ini sangat besar,” ungkapnya.

Bahkan, Antoine berencana mendorong Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia yang baru dan akan mulai bertugas pada September mendatang agar menjadikan Makassar sebagai salah satu destinasi kunjungan awal selain Jakarta.

“Saya akan menyampaikan kepada duta besar baru Uni Eropa agar tidak hanya datang ke Jakarta, tetapi juga ke Makassar, Sulawesi, dan wilayah Indonesia Timur lainnya. Kawasan ini sangat penting untuk masa depan kerja sama kita,” ujarnya.

Lebih lanjut, Antoine menyampaikan bahwa tahun 2027 akan menjadi momentum bersejarah karena menandai 50 tahun hubungan antara ASEAN dan Uni Eropa.

BACA JUGA:  Lewat Syawalan, Appi Ajak Muhammadiyah Ambil Peran Strategis Bangun Makassar

Pada momentum tersebut, kedua kawasan diharapkan meningkatkan hubungan menjadi Comprehensive Strategic Partnership atau Kemitraan Strategis Komprehensif.

Peningkatan status hubungan tersebut diyakini akan membuka ruang kerja sama yang lebih luas, termasuk peningkatan investasi asing langsung yang dapat mendukung pembangunan daerah.