Tradisi ini dinilai memiliki makna penting, tidak hanya dalam konteks personal, tetapi juga dalam menjaga kesinambungan komunikasi antar pemimpin.
“Silaturahmi ini kami lakukan untuk menjaga hubungan baik dengan para kepala daerah sebelumnya,” ujar Munafri.
Ia menambahkan, kunjungan tersebut juga merupakan bagian dari tradisi Idulfitri untuk saling memaafkan, sekaligus bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian para pemimpin terdahulu dalam membangun Kota Makassar.
Lebih jauh, pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan itu juga dimanfaatkan sebagai ruang untuk memperkuat sinergi serta merajut kembali tali persaudaraan antar tokoh masyarakat.
“Dengan komunikasi yang terus terjaga, tentu kolaborasi lintas generasi kepemimpinan dapat semakin solid dalam mendorong kemajuan kota dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tukasnya. (*)












