Setelah dua jam diskusi, mengemuka satu benang merah bahwa tata ruang di Indonesia mengalami krisis serius. Negara, alih-alih melindungi ruang publik dan nilai budaya, justru membuka jalan bagi kapital untuk mengambil alih ruang hidup rakyat/masyarakat. Diskusi berlangsung riuh, dengan dihadiri oleh peserta dari berbagai kalangan, baik mahasiswa, dosen, ASN, aktivitis lingkungan, dan juga pelaku usaha serta karyawan swasta. (RW)
Ma’REFAT INSTITUTE Soroti PSN dan Kejahatan Ruang
Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

NusantaraInsight, Makassar — Suasana puasa Ramadan ke 18 yang diguyur hujan deras disertai angin kencang tidak menyurutkan semangat belajar anak-anak di Kampus Lorong Komunitas Anak Pelangi (K-apel). Di tengah cuaca…

NusantaraInsight, Makassar — Dalam suasana penuh keberkahan di bulan suci Ramadhan, Founder Komunitas Anak Pelangi (K-apel), melakukan silaturahmi dengan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr….

NusantaraInsight, Makassar — Ibu-ibu binaan Komunitas Anak Pelangi (K-apel) menerima bantuan dua unit mesin jahit dan dua unit mesin press keripik dari Dinas Koperasi Provinsi Sulawesi Selatan melalui Ibu Yeni…

Semua proses tersebut berjalan dalam bingkai kurikulum CAKEP BERDAYA (Cerdas, Kreatif, Empati, Progresif, Berdaya). Mereka belajar Cerdas, dengan memahami hubungan sebab-akibat dari setiap tindakan. Mereka dilatih Kreatif, dengan merancang solusi…

Ia menyoroti tiga isu krusial: partisipasi publik, lingkungan, dan kinerja. Dalam aspek kinerja, ia menilai indikator yang digunakan masih dominan output, bukan outcome. “Artinya, yang diukur lebih banyak soal aktivitas…







