Ma’REFAT INSTITUTE Lanjutkan Diskusi Pergerakan Bung Hatta

Lebih lanjut, sejalan dengan pemaparan pemantik pertama, Rahmadi mengutip ungkapan Bung Hatta, “Bukan di dalam kelompok kecil intelektual faktor yang menentukan dalam perjuangan kemerdekaan nasional (berada); tapi di dalam masyarakatlah jantung bangsa berdetak.” Bagi bung Hatta, perjuangan nasional tidak boleh menjadi milik segelintir orang yang merasa paling maju. Hatta sedang memindahkan pusat gravitasi perjuangan dari figur sosok ke struktur sosial, dari gestur personal ke kedalaman keterhubungan dengan masyarakat. “Pergerakan yang berbicara atas nama bangsa, tetapi tidak berakar dalam kehidupan sosialnya, akan menjadi asing bagi bangsa itu sendiri,” tutup Rahmadi mengakhiri sesi.

Pemaparan dua pemantik tersebut memicu diskusi kritis dari peserta. Ilham, salah satu peserta sekaligus Dosen di salah satu universitas di Makassar, menyoroti perbedaan strategi antara Soekarno dan Hatta, terutama soal agitasi dan kaderisasi. Ia menekankan bahwa Bung Hatta tidak pernah menjanjikan hasil cepat. Perjuangan, menurut pembacaan Ilham atas gagasan Hatta, adalah proses panjang yang menuntut kesabaran dan keteguhan.

Sementara itu, Muttaqin Azikin mengingatkan bahaya pergerakan yang bertumpu pada figur. Ia menyinggung pengalaman organisasi pergerakan yang tidak berlanjut karena ketiadaan kader. Meski mengakui pentingnya pemimpin, Muttaqin menegaskan bahwa keberlanjutan pergerakan hanya mungkin jika ditopang kaderisasi yang konsisten.

BACA JUGA:  Syahrul Terpilih Aklamasi Ketua Pengcab SAPMA PP Sinjai Periode 2023-2026

Mengafirmasi tanggapan dari peserta, Hasan memberi argumentasinya,” Bagi Hatta, kemerdekaan batin harus mendahului kemerdekaan fisik. Pikiran harus merdeka sebelum tubuh digerakkan. Karena itu, tugas utama pergerakan adalah mendidik rakyat agar tumbuh kesadaran merdeka.”

Diskusi berakhir tepat pada puku 16.00 Wita dengan dihadiri oleh peserta dari beragam kelompok, dari Aparatur Sipil Negara, Aktivis Lingkungan, Akademisi, Mahasiswa dan pelaku usaha UMKM. (RW)