Update Berita Palestina Hari ini

Para Jurnalis Gaza meminum air dan garam sebagai protes terhadap kelaparan, meski diancam oleh militer Israel.

Hind Rajab Foundation melaporkan penangkapan dua tentara Israel di Belgia atas tuduhan kejahatan perang, sementara sembilan aktivis di Australia ditangkap setelah memprotes pasokan senjata ke Israel.

Joaquin Phoenix mengecam kematian anak-anak akibat kelaparan di Gaza, menyebutnya pelanggaran hak asasi manusia. Global Protection Cluster melaporkan sepuluh anak kehilangan anggota tubuh setiap hari akibat serangan Israel.

6. Krisis Kemanusiaan Memburuk

Krisis kemanusiaan di Gaza semakin memburuk dengan laporan dari Doamuslims yang menyebutkan bahwa pasukan Israel menargetkan warga sipil yang mencari bantuan.

Dalam satu insiden tragis, 34 warga Palestina yang kelaparan tewas dan lebih dari 60 terluka ketika pasukan Israel membuka tembakan terhadap kerumunan yang mencari makanan di Kota Gaza.

Secara keseluruhan, sejak fajar hari ini, serangan Israel telah menewaskan 104 orang, termasuk 92 pencari bantuan, dengan lebih dari 200 lainnya terluka.

Serangan udara juga menghantam taman kanak-kanak Al-Jinan di Gaza tengah, menyebabkan cedera pada beberapa anak dan memicu kepanikan di kalangan warga.

BACA JUGA:  Ketua PGRI Sulsel Laporkan Perkembangan Porseni PGRI VI ke Bupati Soppeng

7. Gaza Sekarat Karena Kelaparan

Dilansir dari Doamuslims bahwa Gaza sedang “sekarat karena kelaparan” akibat blokade ketat Israel, dengan sirene ambulans berbunyi sebagai peringatan darurat atas krisis pangan yang semakin parah.

Lebih dari 900 warga Palestina telah tewas dan 6.000 terluka saat berusaha mendapatkan makanan untuk keluarga mereka.

Salah satu korban, Mohammed Al-Sawafeeri, seorang penyandang disabilitas, meninggal akibat kelaparan berkepanjangan. Seorang pria Palestina lainnya ditembak mati oleh penembak jitu Israel saat mencari makanan, dan rekaman terakhirnya ditemukan oleh keluarganya di ponselnya.

UNRWA menegaskan bahwa Israel sengaja memblokir pengiriman makanan dan obat-obatan, membuat satu juta anak di Gaza kelaparan, dan menyerukan pencabutan blokade untuk memungkinkan aliran bantuan kemanusiaan.

8. Kerusakan Fasilitas Kesehatan

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa 94% fasilitas kesehatan di Gaza telah rusak akibat konflik, menciptakan situasi yang sangat buruk bagi warga.

WHO menyerukan tekanan internasional untuk memastikan bantuan kemanusiaan dapat masuk, menyoroti kebutuhan mendesak akan pasokan medis.

Kementerian Kesehatan Palestina mencatat jumlah korban tewas sejak 7 Oktober 2023 mencapai 59.029, dengan 142.135 orang terluka, termasuk 71 anak yang meninggal akibat malnutrisi. Sebanyak 60.000 orang lainnya menderita gejala malnutrisi.

BACA JUGA:  Dunia Marah dengan Israel

Dr. Atef El-Hout dari Kompleks Medis Nasser melaporkan bahwa staf medis yang bekerja 24 jam sehari kekurangan makanan, dengan 18 kematian akibat kelaparan dalam 24 jam terakhir, termasuk seorang penyandang kebutuhan khusus.

9. Kejahatan Perang

Lembaga dan asosiasi Palestina di Eropa mengutuk serangan terhadap kapal Hanzala, yang membawa aktivis untuk mendukung Gaza, menyebutnya sebagai kejahatan perang.

Mereka melaporkan adanya bahan kimia pembakar di kapal yang menyebabkan cedera, menuduh pendudukan Israel sengaja mengintimidasi aktivis.

Hind Rajab Foundation mengungkapkan bahwa dua tentara Israel ditangkap di Belgia atas tuduhan kejahatan perang di Gaza, setelah diidentifikasi di festival Tomorrowland.

Sementara itu, Global Protection Cluster yang didukung PBB melaporkan bahwa sepuluh anak kehilangan satu atau kedua anggota tubuh setiap hari akibat serangan Israel di Gaza.

10. Tantangan Militer Israel di Gaza