Prof.Dr. Zainal Arifin Mochtar, S.H.,LLM: Desain Politik & Praktik Elite, Lemahkan Lembaga Independen

Zainal Arifin Mochtar
M.Jusuf Kalla menyalami Zainal Arifin Mochtar. (Foto: Istimewa).

“Nggak usalah panggil Prof, Bang,” katanya meminta kepada Akbar.
“Perlu itu, perlu juga,” kata Akbar menyanggah.
“Bagi saya, kalau ruang akademik, barangkali (perlu). Kalau pergaulan sehari-hari, nggak usah (dipanggil Prof) karena nggak dibawa mati juga,” tutur Uceng dengan gaya santai.

Akbar pun spontan tertawa dan mengabarkan jadwal pengukuhan guru besar, 15 Januari 2026.
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla, yang hadir diacara pengukuhan menilai pemikiran-pemikiran yang selama ini disampaikan Zainal, baik dalam forum akademik maupun ruang publik, sangat bermanfaat.

Menanggapi pertanyaan wartawan terkait sikap kritis Prof Zainal Arifin Mochtar terhadap negara, Jusuf Kalla menegaskan bahwa kritik merupakan hal yang wajar dan justru dibutuhkan dalam sistem demokrasi.

“Ini negara demokrasi. Masyarakat dan para wakilnya tentu diharapkan selalu memikirkan kepentingan negara dan rakyat, serta menyampaikan kritik apabila diperlukan,” katanya.

Dr.Anies Rasyid Baswedan yang juga hadir dalam acara pengukuhan itu di media sosialnya menyampaikan selamat kepada Uceng.. atas pengukuhan sebagai Guru Besar Fakultas Hukum UGM. Sebuah puncak baru dalam pengabdian kepada keilmuan.

BACA JUGA:  Presiden Iran Sebut Hubungan dengan Israel Merugikan Perdamaian

“Kami berharap Uceng, yang kini resmi menjadi Prof. Zainal Arifin Mochtar, terus menjadi intelektual publik, bukan hanya mencerahkan dan mencerdaskan mahasiswa di kampus, melainkan juga publik yang lebih luas,” pesan mantan Rektor Universitas Paramadina Jakarta itu.

Anies Bswedan menilai, Zainal A. Mochtar memiliki kejernihan berpikir, ketajaman analisis, dan keberanian menyampaikan pandangan untuk mengoreksi penyimpangan. Ilmu hukum tata negara yang dikuasainya digunakan untuk menjaga kewarasan dalam bernegara, memastikan republik ini tetap berjalan di rel yang benar dan baik.

“Keberanian seperti inilah yang diharapkan menginspirasi para intelektual dan profesor, di dalam maupun di luar kampus, untuk berdiri bersama ilmu dan nurani,” Calon Presiden RI 2025-2030 itu menambahkan.

“Uceng lahir dari keluarga alim ulama di Makassar, keluarga berilmu yang jejaknya terbentang di Makassar, Yogyakarta, hingga Jepang. Senang sekali dapat bertemu keluarga besarnya hari ini. Semoga capaian ini kembali menegaskan posisi keluarga sebagai masyarakat yang berilmu, yang terus memberi manfaat bagi bangsa, pungkas Anies yang dikutip di media sosialnya. (mda).

BACA JUGA:  Israel Lakukan Pembantaian di Beit Lahiya, Gaza Utara.