Peluncuran Buku Warnai Haul 44 Hari TGKH Muhammad Hasan, B.A.

Namun yang membuat orang penasaran dari cerita putra H.Abidin, salah seorang pengusaha kondang Bima ini adalah saat dia maju sebagai Wali Kota Bima periode kedua. Persoalannya, kompetitor saat itu total enam orang. Qurais datang meminta didoakan dan petunjuk langkah dan jalan menuju tempat penarikan nomor urut calon di Gedung KONI Kota Bima di Manggemaci Bima.

“Guru memberi tahu, begitu keluar dari rumah harus berbelok kiri hingga tiba di Gedung Kantor KONI Kota Bima,” pesan Guru seperti diungkapkan kembali oleh Pak Qurais.

Pak Qurais pun keluar dari rumahnya di jalan sebelah selatan Kota Bima (Jl. Soekarno-Hatta) lurus ke barat dan membelok ke kiri menuju arah ke objek wisata Lawata. Tetapi sebelum SPBU, dia berbelok ke kiri, mendaki ke arah Sambinae. Lalu berbelok kiri lagi di jalan dua jalur di Sadia yang menuju ke arah di sebelah barat Kantor Wali Kota. Di Jl. Soekarno-Hatta bagian timur, kendaraan yang membawa Qurais berbelok ke kiri menuju ke depan Mapolres Bima Kota.
Bergerak lurus sejauh sekitar satu kilometer lebih ke barat, masih di jalan yang sama, kendaraannya berbelok ke kiri, memasuki Kantor KONI, tempat penarikan nomor urut calon dilaksanakan. Dia selamat kendaraan yang ditumpanginya terus berbelok ke kiri, tanpa sekali pun berbelok ke kanan.

BACA JUGA:  Dalih "PROTOKOL HANNIBAL" Kapten Israel Akui Eksekusi Rekannya

Sebelum berangkat, Pak Qurais sempat bertanya, nomor urut calon berapa kelak yang akan diperoleh saat pencabutan nomor. Guru menjelaskan, Pak Qurais akan mendapat nomor di tengah. Saat penarikan nomor urut penentuan siapa yang menarik nomor urut pertama, Qurais mendapat nomor urut 1. Giliran penarikan nomor urut calon, dia memperoleh nomor 3.

“Kita pasti menang,” pekik Qurais memberi tahu “mantan pacarnya”.
Rasa penasaran Pak Qurais terhadap pesan “belok kiri” dan jangan pernah sekali-sekali berbelok kanan belum juga terjawab.

“Gerakan belok kiri itu mengikuti jejak para jemaah haji yang sedang tawaf, mengelilingi Kakbah, berbelok kiri,” Guru menjelaskan seperti ditirukan kembali oleh Pak Qurais yang membuat yang hadir kembali tertawa.

Penulis buku, M.Dahlan Abubakar menyebutkan, buku setebal 414 halaman ini digarap selama 14 hari dan hingga pekerjaan lay out dan cetaknya menghabiskan waktu satu bulan.

“Oleh sebab itu, terdapat beberapa perbaikan yang perlu dilakukan pada edisi revisi mendatang,” ujarnya. (mda).