NusantaraInsight, Wuhan, China — Ir. Sirmayanti, S.T., M.Eng., Ph.D., IPU, ASEAN Eng dosen Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) berhasil meraih sertifikasi internasional Asia-Pacific Economic Cooperation Engineer (APEC Engineer).
Sertifikasi prestisius ini diberikan melalui Badan Kejuruan Teknik Elektro (BKE) di bawah naungan Persatuan Insinyur Indonesia (PII), sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi, profesionalisme, dan kompetensinya dalam bidang Teknik Elektro.
Pencapaian ini tidak hanya mencerminkan prestasi pribadi, tetapi juga menunjukkan komitmen PNUP dalam meningkatkan kapasitas dosen dan memperkuat reputasi institusi di tingkat global internasional.
Penyerahan sertifikat dilakukan oleh Ketua Umum PII, Dr. Ing. Ilham Akbar Habibie, MBA, IPU, dalam agenda kegiatan Seminar Nasional PII bertajuk “Outlook Industrialisasi Indonesia: Peran Insinyur dalam Membangun Kemandirian Teknologi dan Ketahanan Ekonomi”, yang dirangkaikan dengan Rapat Pimpinan Nasional (RAPIMNAS) PII. Acara ini berlangsung pada tanggal 5–6 Juli 2025 di Indonesia Convention Exhibition BSD (ICE BSD), Kabupaten Tangerang.
Sebagai sertifikasi profesional yang diakui di seluruh negara anggota APEC, APEC Engineer menjadi simbol mobilitas insinyur yang telah memenuhi standar kompetensi global.
Keberhasilan ini sekaligus mempertegas posisi PNUP dalam jejaring teknik internasional serta kontribusinya dalam memperkuat kolaborasi lintas negara.
Selain meraih sertifikasi APEC Engineer, Sirmayanti, alumni Victoria University of Melbourne Australia, juga saat ini dipercaya sebagai delegasi member dalam Working Group ASEAN Federation of Engineering Organisations (AFEO), khususnya pada kelompok kerja yang berfokus pada Teknologi Inovatif dan Rekayasa Elektronika.
AFEO melalui working group ini sangat memainkan peran strategis dalam mendorong kolaborasi regional serta pengembangan keahlian teknik di era transformasi digital. Berbagai program inisiatif dan standarisasi terus dikembangkan untuk mendukung pertumbuhan teknologi mutakhir dan peningkatan kompetensi insinyur di kawasan ASEAN.
Tak hanya itu, Sirmayanti juga dalam tiga tahun terakhir berperan aktif dalam agenda working group Woman Engineers AFEO (WEAFEO), yakni sebuah platform yang mempertemukan perempuan-perempuan inspiratif dari seluruh negara ASEAN di berbagai bidang rekayasa untuk berbagi kolaborasi, wawasan, dan strategi mereka.
Dihubungi di sela-sela kesibukannya, Jumat (11/7/2025) saat sedang mengikuti beasiswa International Program on Information and Communication Technologies Training Seminar di School of Electronic Information and Communications (EIC), Huazhong University of Science and Technology (HUST), Wuhan, China, Sirmayanti menceritakan pengalamannya terkait pelatihan ini.