Nun jauh di sana, ada sekolompok anak Indonesia yang membutuhkan atap untuk berlindung dari terik, dinding yang kokoh dari dinginnya hembusan angin serta pendidik yang memiliki kaki dan niat kokoh untuk menelurkan ilmunya kepada mereka.
Tentu mereka tidak menunggu datangnya Ki Hajar Dewantara untuk meraih tangan mereka, akan tetapi mereka menunggu uluran tangan kasih sayang dari semua.
(Mulyati)












