Kepala BBPMP Sulawesi Selatan juga menyempatkan untuk melakukan tanya jawab kepada siswa khususnya pada anak dengan jarak tempuh perjalanan dari rumahnya ke sekolah kolong ditempuh selama 1 jam perjalanan.
Dalam sesi tanya-jawab, terungkap ada 2 orang anak perempuan yang sehari-harinya menempuh jarak lebih kurang 1 jam perjalanan dengan berjalan kaki. Kedua anak itu berangkat dari rumah pukul 06.00 pagi sampai di sekolah pukul 07.00 WITA
Anak-anak pada Sekolah Kolong menyampaikan harapannya kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah agar dapat dibangunkan sekolah yang lebih layak dan representatif.
“Pak Menteri bangunkan kami sekolah, kami kadang belajar dalam tenda kepanasan, kami juga belajar di kolong rumah, kami ingin belajar di sekolah seperti yang lain, kami juga punya cita-cita dan keinginan seperti murid yang lain, kami ingin belajar nyaman,” demikian curhatan anak-anak di sekolah kolong kepadaKepala BBPMP.
Setelah tanya jawab dengan siswa-siswa SD Kolong Kepala BBPMP juga menyampaikan kepada para siswa untuk menerapkan 7 kebiasaan anak Indonesia sehat setiap hari yaitu : Bangun pagi, Beribadah, Berolah Raga, Makan Sehat dan Bergizi, Gemar Belajar, Bermasyarakat,
Dalam kesempatan ini Kepala Seksi PTK SD Muliyati menyampaikan juga kepada Kepala BBPMP Sulsel bahwa dari data keadaan dan kebutuhan guru di SDN 238 Inpres Bontoparang saat ini baik di sekolah induk maupun di sekolah Kolong (kelas jauh di Bara) untuk guru kelas belum terpenuhi sesuai kebutuhan.
Lebih lanjut Mulyati menyampaikan bahwa untuk tenaga Pendidik di sekolah kolong /kelas jauh guru kelas diampu oleh tenaga pendidik Non ASN yang diberikan jasa upah dari Pemda Maros melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maros.
Sebelum mengakhiri kunjungan Kepala BBPMP di sela-sela dialog mengatakan akan menjadwalkan/merencanakan untuk melakukan kunjungan kembali dan kemah bersama tenaga pendidik dan tokoh masyarakat agar lebih fokus melihat kebutuhan peningkatan mutu pendidikan di wilayah tersebut.
Kepala BBPMP mengakhiri kunjungan dengan mengajak seluruh rombongan menyerukan yel yel 7 kebiasaan anak Indonesia Hebat bersama para siswa dan foto bersama dengan siswa, tenaga pendidik dan semua tokoh masyarakat yang hadir.
Kehadiran kepala BBPMP Sulsel itu, bukan hanya membawa asa bagi siswa di Sekolah Kolong yang berada di Dusun Bara, Desa Bonto Somba, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulsel.
Akan tetapi juga membawa pelita dalam kegelapan serta embun penyejuk dalam kehausan pendidikan di ujung Kabupaten Maros. Tentu kado terindah yang akan dibawa sebagai oleh-oleh ke Kemendikdasmen oleh rombongan BBPMP Sulsel adalah inspirasi hidup.












