“Ini yang menjadi program prioritas yang diampu oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) yang indikatornya yaitu, indeks budaya tertib arsip dan indeks memori kolektif bangsa,” ungkapnya.
“Ini untuk mencapai terwujudnya kearsipan yang transformatif untuk mengembangkan memori kolektif bangsa dan tata kelola pemerintahan,” sambungnya lagi.
“Yang mana untuk mengejawantahkan kegiatan prioritas ini, maka untuk ANRI sendiri membagi tiga proyek prioritas sesuai dengan lampiran pada Perpres nomor 12 tahun 2025 yaitu, pengembangan budaya tertib arsip, perluasan layanan kearsipan untuk publik dan pengembangan pusat khasanah kearsipan nusantara,” ulasnya.
Bahkan lebih jauh dari itu, terang Andi Abubakar, ANRI dalam praktiknya telah menerapkan efesiensi anggaran negara melalui aplikasi Sistem Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi) terbukti berhasil secara signifikan.
“Dalam praktiknya di salah satu daerah, pemerintah daerah yang telah menerapkan kearsipan digital (Srikandi) berhasil menghemat sekitar 7M pertahun, mulai dari penghematan penggandaan kertas, ATK dan lain-lain. Jika kita rata-ratakan 508 kabupaten kota ditambah 38 provinsi di Indonesia, kita bisa menghemat sekitar 3T per-tahun. Jika kita mundur ke-belakang penghematan penggunaan kertas sangat mendukung pelestarian lingkungan. Dan dengan pelestarian lingkungan ini, dapat menghasilkan sumber ekonomi baru, baik itu dari buah-buahan dan juga karbon. Apalagi Indonesia juga merupakan salah satu paru-paru dunia yang harus menjaga pelestarian lingkungan,” tuturnya lebih lanjut.
“Sebagai tambahan, jika kita melihat urusan negara di bidang kearsipan ini pada dua indikator yang ada, selain mendukung tercapainya poin ke-8, juga sangat relevan mendukung tercapainya prioritas nasional poin ke-7 yaitu Reformasi Politik, Hukum, dan Birokrasi serta Pemberantasan Korupsi dan Narkoba yaitu pada indikator budaya tertib arsip. Yang mana pada budaya tertib arsip itu di dalamnya ada digitalisasi dengan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE), ada transparansi dan akuntabilitas,” tambahnya.
“Alhamdulillah, Kearsipan masuk dalam prioritas nasional dalam misi Asta Cita Prabowo-Gibran demi mencapai visi Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.












