NusantaraInsight, Jakarta — Puisi berjudul “Kami Senang Mendaki Bukit-Bukit Rohani” karya Penyair Pulo Lasman Simanjuntak layak diapresiasi sebagai karya sastra kontemporer Indonesia berbobot dan berkualitas. Hal ini dikarenakan kriteria kualitas…
Seni & Sastra
Kembali Melapak dan Nobar Film Documentary Keluarga Berkuasa
NusantaraInsight, Bulukumba — Sore, 13 Januari 2025 adalah bukti bahwa kami ada untuk literasi. Buku-buku tergelar dengan alas paling sederhana: kebersamaan. Mereka yang tergabung adalah bukti kesadaran terhadap pentingnya literasi….
Obrolan dengan Komponis Ananda Sukarlan Menjelang Premiere Tembang Puitik Karya Penyair D.Zawawi Imron dan Pulo Lasman Simanjuntak
NusantaraInsight, Jakarta – Minggu 19 Januari 2025 mendatang pianis & komponis Ananda Sukarlan akan konser bersama para musisi klasik generasi alpha. Mereka adalah pemain biola Veeshan Nathaniel Tandino dan soprano…
UMMI GURUKU
Cerpen: Syahril Patakaki UMMI, sebutan bagi ibu, tante atau saudara wanita ibu atau bapak dalam lingkungan keluarga Ariel. Sejak kecil Ariel tumbuh dalam lingkungan keluarga yang berkehidupan sangat sederhana. Ummi…
Lapar, Film 1 Coto 5 Ketupat Segera Tayang
NusantaraInsight, Makassar — Bersiaplah untuk sebuah petualangan emosional penuh gelak tawa dan air mata! “1 Coto 5 Ketupat”, film keluarga yang ditunggu-tunggu tahun ini, siap menyentuh hati dengan cerita sederhana…
Petualangan Spiritual Tak Berujung Syahriar Tato
Catatan M.Dahlan Abubakar NusantaraInsight, Makassar — Membahas sebuah buku puisi merupakan pekerjaan yang menguras pikiran. Orientasi seorang penyair terhadap karyanya adalah ekspresi diri, yakni mengungkapkan pikiran, perasaan, pengalaman dan pandangan…
Puisi Pulo Lasman Simanjuntak ‘Kidung Malam Hari’ Dalam Tematik dan Tembang Puitik
NusantaraInsight, Jakarta — Puisi ‘Kidung Malam Hari’ karya Penyair Pulo Lasman Simanjuntak kali ini diangkat dalam format tematik, gaya bahasa, struktur, makna, dan pengaruh. Selain itu puisi ‘Kidung Malam Hari’…
Ishakim : Syahriar Tato, Lelaki Bugis yang Menangis
NusantaraInsight, Makassar — Pemain teater dan perupa, Ishakim menyebut penulis kumpulan puisi Mengejar Tapak Allah – Siluet Cinta, Syahriar Tato sebagai lelaki Bugis yang menangis. Hal ini disampaikan lelaki yang…
Mengeja Ujar Batin Syahriar Tato dalam Episodenya Mengejar Tapak Allah
Oleh : Syafruddin Muhtamar (Penikmat Sastra, Dosen Universitas Muslim Indonesia) NusantaraInsight, Makassar — Setiap disodori untuk ‘membicarakan karya seorang sastrawan’, saya selalu merasa ‘berat’. Saya lebih menyukai sebuah karya sebagai…
Syahriar Tato Mengejar Tapak Allah
NusantaraInsight, Makassar — Syahriar Tato membawa Buku Mengejar Tapak Allah ke Ikatan Penulis Muslim Indonesia (IPMI) untuk didiskusikan. Buku setebal 92 halaman ini, berisi 155 puisi ini dibedah di Warkop…
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
