Prajurit Brimob dan POMAL Baku Pukul di Pelabuhan Sorong

Prajurit Brimob dan POMAL baku pukul
Salah satu korban dari prajurit POMAL

Tetapi, perkelahian bukannya berhenti, malah berlanjut. Kali ini, gantian TNI AL yang menyerang polisi berseragam.

“Pada saat situasi sudah mulai tentang, tiba-tiba ada anggota Samapta yang dikeroyok oleh anggota TNI AL. Dan pada saat ada anggota kepolisian yang melerai, tiba-tiba anggota TNI AL lainnya langsung melakukan pemukulan kepada anggota kepolisian yang ada di sekitar pintu terminal penumpang yang mengakibatkan banyak anggota kepolisian yang jadi korban dan mengalami luka-luka di bagian kepala,” begitu dalam laporan tersebut.

Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Ongky Isgunawan membenarkan kejadian perkelahian tersebut. Namun kata dia, kepolisian belum dapat menyampaikan resmi perihal kejadian tersebut.

“Maaf kami belum bisa sampaikan, karena masih proses pendalaman dan koordinasi. Nanti kami sampaikan kalau sudah ada hasil resmi,” kata Ongky seperti dilansir Republika.co.id

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen R Nugraha Gumiliar, pihaknya menerima laporan insiden itu terjadi akibat salah paham. “Penyebabnya hanya terjadi kesalahpahaman antara anggota Brimob yang ditegur oleh anggota AL,” kata Nugraha.

BACA JUGA:  Obituari H.M.Alwi Hamu : Raja Media dari Timur Telah Tiada

Dari laporan yang dia terima, perkelahian itu berawal dari adanya anggota Brimob yang ditegur oleh prajurit Pomal dari Marhanlan XIV/Sorong yang melakukan pengamanan di objek vital tersebut. Namun, karena tidak terima, kedua belah pihak akhirnya berkelahi sampai berdarah
Kejadiannya di pintu masuk ruang tunggu keberangkatan Kantor Pelindo IV Sorong, di Papua Barat Daya,” ujar Nugraha. Dari perkelahian tersebut, lima personel Pomal dan juga Brimob mengalami luka-luka.

Menurut Nugraha, TNI dan Polri memastikan peristiwa perkelahian tersebut tak berujung pada aksi lanjutan. Setelah peristiwa perkelahian tersebut terjadi, sambung dia, para atasan dari masing-masing satuan melakukan mediasi