Isak tangis keluarga dan kerabat mengiringi kepergian almarhum menuju peristirahatan terakhirnya.
Kepada keluarga yang ditinggalkan, Munafri berpesan agar senantiasa diberi kekuatan, ketabahan, serta keteguhan hati dalam menghadapi cobaan tersebut.
Wali Kota juga menyampaikan, empati mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan, seraya menyadari bahwa kehilangan tersebut tentu sangat berpengaruh terhadap keseharian keluarga.
Terutama dalam peran almarhum membesarkan dan mendidik anak-anaknya agar kelak menjadi pribadi yang bermanfaat bagi negara, bangsa, dan agama.
Di hadapan para pelayat yang terdiri dari jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, ASN lingkup Pemkot Makassar, tokoh masyarakat, serta keluarga besar almarhum, Munafri mengajak seluruh pihak untuk melanjutkan cita-cita dan pengabdian yang telah dirintis almarhum semasa hidupnya.
“Sepeninggal almarhum, menjadi kewajiban kita semua yang masih hidup untuk melanjutkan cita-cita dan pengabdian beliau,” imbuh Munafri.
“Demikian pula kewajiban kita untuk senantiasa mendoakan, semoga almarhum mendapat tempat yang layak di sisi Allah SWT,” lanjut Appi, mendoakan almarhum.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka apabila semasa hidup almarhum terdapat sikap atau perkataan yang kurang berkenan di hati rekan kerja maupun masyarakat.
“Dengan penuh keikhlasan dan kerendahan hati, atas nama Pemerintah Kota Makassar dan keluarga, kami memohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya,” ucapnya.
Turut hadir Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Ketua TP PKK Melinda Aksa, Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda, bersama seluruh asisten, staf ahli, kepala dinas, camat, dan lurah.
Kebersamaan mereka dalam prosesi tersebut menjadi cerminan rasa hormat dan kehilangan atas sosok yang selama ini menjadi bagian penting dalam roda pemerintahan kota.
Usai upacara pelepasan di rumah duka, Jalan Andi Mangerangi, pada pukul 15.10 Wita, selanjutnya jenazah diberangkatkan menuju Masjid Raya Makassar untuk dishalatkan, pukul 15.55 Wita.
Doa-doa dipanjatkan mengiringi kepergian almarhum, sebelum akhirnya rombongan melanjutkan perjalanan ke Taman Pemakaman Umum Panaikang, Kecamatan Panakkukang, sebagai tempat peristirahatan terakhirnya, pukul 16.30 Wita.
Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Kota Makassar, Andi Muhammad Yasir, meninggal dunia pada usia 59 tahun. Almarhum mengembuskan napas terakhirnya di Stroke Center RSKD Dadi, yang berlokasi di Jalan Lanto Daeng Pasewang, Makassar, Sulawesi Selatan, setelah menjalani perawatan intensif. (*)












