Karaeng Sanrobone XXXIII Dinobatkan 

Penobatan Karaeng Sanrobone XXXIII yang berlangsung di Balla Lompoa Sarraka, Sanrobone, Kabupaten Takalar pada Sabtu (15/2/2025)
Penobatan Karaeng Sanrobone XXXIII yang berlangsung di Balla Lompoa Sarraka, Sanrobone, Kabupaten Takalar pada Sabtu (15/2/2025)

NusantaraInsight, Takalar — Penobatan Karaeng Sanrobone XXXIII yang berlangsung di Balla Lompoa Sarraka, Sanrobone, Kabupaten Takalar pada Sabtu (15/2/2025) berjalan dengan penuh khidmat dan meriah.

Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Ketua Umum DPP dan DPD Forum Silaturahmi Keraton Nusantara, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan XIX, Ketua DPRD Kabupaten Takalar, raja-raja se-Nusantara, Forkopimda, keluarga besar Karaeng Sanrobone, serta masyarakat Sanrobone yang antusias menyaksikan prosesi sakral tersebut.

Sebelum ke tempat acara, rombongan ketua Umum DPP dan DPD FSKN dijamu di rumah jabatan ketua DPRD Kabupaten Takalar sekaligus pengukuhan ketua DPRD Takalar, H. Muhammad Rijal sebagai anggota Forum Silaturahmi Keraton Nusantara.

Momentum Penobatan Karaeng Sanrobone mendapat dukungan dari pemerintah Kabupaten Takalar, terlebih lagi pemerintah setempat.

Pada penobatan ini, hadir kepala desa Sanrobone dan juga Camat Sanrobone.

Dalam sambutannya, Camat Sanrobone, Asraruddin Muis, S.T.,M.AP.,menyampaikan kebahagiaan dan rasa syukur yang mendalam.

“Sebagai pemerintah setempat, tentu saya mendukung seluruh kegiatan positif yang ada di wilayah kecamatan Sanrobone, penobatan ini memberikan sejarah penting bagi kami di masyarakat Sanrobone,” singkatnya.

BACA JUGA:  Kontrak Kinerja 2026, UKI Paulus Siap Selaraskan Kebijakan Kampus

Setelah penobatan Karaeng Sanrobone XXXIII, dilanjutkan dengan pemberian Ulu Kana kepada para Gallarrang sebagai bukti peneguhan dan dukungan kepada Kerajaan Sanrobone.

Di bawah kekuasaan Karaeng Sanrobone ada tujuh Gallarrang. Selain itu, penobatan juga diwarnai beberapa pertunjukan kesenian tradisional, diantaranya tari Padduppa, akmancak atau pencak silat, orkes turiolo, dan tentu saja prosesi penobatan yang membuat seluruh yang hadir berdecak kagum karena prosesinya berlangsung dengan beberapa rangkaian adat istiadat seperti annginung jeknekna bungung barania dan pemberian tiga kalompoang, songkok guru, selek, kalewang/paddang.

Selain itu, berlangsung penandatanganan MoU antara ketua DPRD Kabupaten Takalar dan Ketua Umum DPD FSKN Sulawesi Selatan dan disaksikan oleh Ketua UMUM DPP FSKN, Karaeng Sanrobone yang baru dilantik dan kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX.

Setelah seluruh prosesi selesai seluruh tamu dan undangan diarahkan ke stand Pameran metalurgi art atau pusaka yang dimotori oleh Komunitas Bija Mangkasarak.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum DPP Forum Silaturahmi Keraton Nusantara, YM Brigjen Pol (P) A.A Mapparessa, S.H., M.Si., M.M., menyampaikan pesan kepada Karaeng Sanrobone yang baru dinobatkan agar tetap menjaga nilai-nilai budaya dan adat istiadat.