Oleh karena itu Unhas harus dapat melahirkan generasi yang luar biasa dalam bertanggung jawab sebagai PTN BH. Untuk dapat mengantarkan perguruan tinggi menjadi luar biasa, tentu tidak cukup dengan “style leadership” yang hanya menggunakan gaya “administrative leadership, academic leadership”, tetapi harus dihadirkan “interpreneurship leadership”. Selama ini perguruan tinggi yang biasa-biasa saja, itu biasanya memang ‘administrasi sentris’, sehingga yang dikejar itu adalah hal-hal yang bersifat administratif. Bukan berarti itu tidak penting. Namun ada yang penting lagi.
Ini penting disampaikan karena kita ingin perguruan tinggi di Indonesia ini memperoleh simpati supaya “trust” (kepercayaan) industri dan masyarakat terhadap perguruan tinggi ini akan terbangun.
“Selagi kita tidak dapat menunjukkan keunggulan dalam tata kelola, selama itu pulalah kita berada dan tidak pernah memperoleh simpati dan “truxt” dari industri dan masyarakat, yang sebenarnya itulah akreditasi secara hakiki, yakni akreditasinya masyarakat,” kunci Prof. Fauzan.
Rektor Unhas terpilih Prof.Dr.Ir.Jamaluddin Jompa, M.Sc. Dalam sambutan pertamanya menyampaikan, pemilihan dirinya untuk periode kedua membuat dirinya terharu dan bangga, sekaligus mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan yang diberikan ini, tidak lepas dari apa yang dilakukan sebelumnya bersama tim dan seluruh keluarga besar Unhas. Sehingga, pada hari ini bukanlah kemenangan dalam konteks pribadi, melainkan ini adalah kemenangan Unhas yang dari dulu kita mengatakan, “Unhasku Bersatu, Unhas Kuat”.
“Tidak satu pun di antara keluarga besar yang tidak berkontribusi bagi masing-masing. Oleh sebab itu, saya yakin tanpa dukungan teman-teman, tidak akan mungkin kita capai bersama prestasi Unhas sekarang,” kata Prof. JJ, kemudian mengajak semua pihak untuk melanjutkan kebersamaan ini dan harus mengawal Unhas dari capaian-capaian yang sudah disampaikan (dalam paparan visi misi), tidak boleh mundur, tidak boleh surut dan kekompakan harus dijaga.
Prof, JJ berharap, proses apa pun yang terjadi beberapa bulan terakhir, anggaplah itu dinamika, dan itu merupakan cara kita untuk memperkuat memimpin.
“Saya pun manusia biasa yang… ini berat sekali (tidak melanjutkan), tapi ini bagian dari cara untuk menguji seorang pemimpin dan bersyukur proses ini sudah selesai pada hari ini dan kita menghapus lembaran-lembaran masa lalu dan saya yakin dan percaya bagian dari etikad kita semua mungkin di jalur masing-masing,” ujar Prof. JJ.
Dia mengatakan, oleh karena itu, kepada seluruh calon rektor, Prof.Budu, Prof.Sukardi, juga para calon rektor sebelumnya yang membersamai saya, tanpa bapak-bapak, tentu saya tidak akan bisa menjadi rektor yang baik.












