Rubio mengatakan langkah untuk menutup selat itu akan menjadi eskalasi besar-besaran yang akan membutuhkan tanggapan dari AS dan negara-negara lain. Kedutaan Besar China di Washington tidak segera memberikan komentar.
Selat Hormuz terletak di antara Oman dan Iran dan merupakan rute ekspor utama bagi produsen-produsen Teluk seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Irak, dan Kuwait. Sekitar 20% dari konsumsi minyak harian dunia—sekitar 18 juta barel—melewati Selat Hormuz, yang lebarnya hanya sekitar 33 km (21 mil) pada titik tersempitnya. (**)












