Kegiatan dihadiri Bupati Takalar Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, MM, RCEO Kanwil Sulampua Bank BTN Romeo Daniel Mekenru Van Enst, Branch Manager Fahmi Susvianto, serta sejumlah pejabat perangkat daerah Kabupaten Takalar.
Bupati Daeng Manye mengatakan, kerja sama dengan BTN merupakan bagian dari upaya Pemkab Takalar mencari mitra strategis guna mendukung kebutuhan pemerintahan dan mempermudah akses layanan bagi masyarakat.
“Transformasi mengenal tiga, ada people, process, dan IT. Orangnya harus disiapkan, prosesnya disederhanakan, kemudian berbasis IT,” ujar Bupati.
Ia menargetkan perubahan budaya kerja pemerintahan dari administrasi berbasis dokumen fisik menuju sistem digital dan paperless. Menurutnya, digitalisasi akan diterapkan pada berbagai layanan, termasuk pembayaran parkir, transaksi pasar, tiket wisata, dan layanan rumah sakit.
“Jadi real time kita bisa melihat berapa jumlah pendapatan kita dan bisa melakukan evaluasi,” katanya.
UMKM dan Perumahan
Selain digitalisasi layanan pemerintahan, kerja sama itu juga diarahkan pada pemberdayaan UMKM. Bupati menyebutkan, dari sekitar 50 ribu UMKM yang terdata awal, sekitar 14 ribu usaha telah diverifikasi dan dinilai membutuhkan pembinaan lebih lanjut.
Ia berharap UMKM tersebut mampu meningkatkan literasi digital, melakukan transaksi cashless, serta memasarkan produk secara daring. Pemkab Takalar, tegasnya, terbuka bagi seluruh bank untuk mendampingi pengembangan UMKM.
“Silakan berlomba-lomba. Dari 14 ribu ini mau pakai BTN silakan, mau pakai Mandiri silakan, mau pakai BRI silakan. Kompetisinya bebas,” ujarnya.
Di sektor perumahan, Bupati menilai posisi Takalar sebagai kawasan penyangga Makassar menjadi peluang pertumbuhan permukiman. Ia berencana mempertemukan pengembang perumahan dengan Dinas Pekerjaan Umum untuk membahas pengembangan kawasan sesuai tata ruang daerah.
BTN Siap Dukung
Romeo Daniel Mekenru Van Enst menyampaikan apresiasi atas kerja sama tersebut. Ia menilai Takalar memiliki potensi besar di sektor pertanian, perikanan, dan perdagangan.
Menurutnya, BTN tidak hanya berfokus pada pembiayaan perumahan, tetapi juga memperkuat ekosistem layanan dan solusi digital bagi pemerintah maupun masyarakat.
“Digitalisasi dapat membantu pemerintah melakukan pemantauan transaksi dan pendapatan secara lebih transparan,” kata Romeo.
Ia berharap MoU tersebut tidak berhenti sebagai seremoni, melainkan diwujudkan melalui roadmap, jadwal pelaksanaan, dan pembentukan tim pengawal implementasi kerja sama.
Melalui kolaborasi ini, Pemkab Takalar menargetkan layanan publik yang lebih cepat, transparan, dan mudah diakses, sekaligus memperluas dukungan pembiayaan bagi UMKM, BUMDes, koperasi, pasar, dan sektor ekonomi masyarakat.












