banner 728x90

KOADS Sulsel Gelar Talk Show Pencegahan dan Penanganan Pelecehan Seksual

  • Bagikan

NusantaraInsight, Makassar — Dalam rangka menyambut peringatan bulan peduli Down Syndrome, Komunitas Orang Tua Anak dengan Down Syndrom (KOADS) Sulsel menggelar Talk Show bertema “Peran masyarakat dalam pencegahan dan penanganan pelecehan seksual”.

Talk Show dibuka langsung oleh Ketua TP PKK yang juga Bunda PAUD Sulsel, Hj Sofha Marwah Bahtiar di Aula Tudang Sipulung, Minggu (29/10/2023).

Talk Show ini menghadirkan tiga narasumber yakni, Kepala Dinas DP3A Sulsel, Andi Mirna, Alita Karen dari Yayasan Rumah Mama dan Lusia Palulungan dari Yayasan Bakti.

Ketua TP PKK Sulsel dalam sambutannya mengatakan bulan Oktober merupakan bulan peduli Down Syndrome di setiap bulan oktober diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk mengetahui lebih banyak tentang down syndrome. Dan juga kesempatan menyebarluaskan informasi tentang down Syndrome.

“Down Syndrome bukanlah penyakit, tetapi kelainan genetik dan kelainan fisik yang khas, semoga KOADS bisa menjadi sarana untuk berbagi informasi tentang Down Syndrome,” ucap Bunda PAUD ini.

Adapun Kadis DP3A Sulsel, Andi Mirna yang menjadi pembicara pertama menyampaikan data kekerasan seksual pada anak di 24 Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan selama tahun 2023 sebanyak 1.045 kasus dengan korban sebanyak 1.168 orang.

BACA JUGA:  Mantap, Ketua Shelter Warga Maccini Sombala Jadi Motivator 

” 291 korban yang mengalami kekerasan seksual,” ucap Mirna.

Dia juga mengatakan korban kekerasan tidak hanya dialami oleh perempuan saja, dari 1.168 kasus pertanggal 29 Oktober data DP3A menunjukkan korban kekerasan sebanyak 307 dialami laki-laki dan 821 dialami perempuan.

Mirna pun memaparkan ancaman pidana penjara bagi pelaku kekerasan seksual. Dimana dia menyebutkan ancaman pidana terendah yakni pelecehan seksual non fisik.

“Bersiul saja pada lawan jenis, jika dia keberatan itu masuk pelecehan seksual non fisik dan bisa dikenakan pidana sembilan bulan penjara,” kata Mirna.

Adapun dua narasumber lainnya yakni, Alita Karen dan Lusia Palulungan mengatakan mereka lebih mengarah pada pendamping dan pemulihan psikologi korban kekerasan seksual.

Talk Show yang dihadiri sejumlah anak down Syndrome ini juga dihadiri beberapa komunitas diantaranya, Komunitas Anak Jalanan, perDIK, Permata dan Klinik Rumah Mentari.(*)

  • Bagikan