NusantaraInsight, Makassar — Universitas Hasanuddin kembali menyelenggarakan Rapat Paripurna Senat Akademik terbatas dalam rangka upacara penerimaan tiga jabatan profesor baru dari Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan.
Rapat berlangsung mulai pukul 08.00 Wita secara hibrid di Ruang Senat Akademik Unhas, Lantai 2 Gedung Rektorat, Kampus Tamalanrea, Makassar, dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube Senat Akademik Unhas, Jumat (23/02).
Proses pengukuhan dihadiri oleh Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., Ketua, Sekretaris, dan Anggota Majelis Wali Amanat, Senat Akademik, Dewan Profesor, tamu undangan, serta keluarga dan kerabat dari profesor yang dikukuhkan.
Ketiga profesor baru yang dikukuhkan adalah:
1. Prof. Dr. Ir. Siti Aslamyah, MP., Guru Besar Bidang Ilmu Nutrisi Ikan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, yang dikukuhkan sebagai guru besar ke- 507.
2. Prof. Dr. Nita Rukminasari, SPi., MP., Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, yang dikukuhkan sebagai guru besar ke- 508.
3. Prof. Dr. Mahatma Lanuru, ST., M.Sc., Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, yang dikukuhkan sebagai guru besar ke-509.
Rektor Unhas Prof. JJ dalam sambutannya menyampaikan, pengukuhan ketiga guru besar ini kian memperkokoh ujung tombak PIP Unhas di bidang kemaritiman. “Semua guru besar yang hadir dari berbagai fakultas di sini saya kira memahami kalau semua fakultas yang ada di Unhas ini terkait dengan bidang kemaritiman,” kata Prof JJ sambal mengabsen guru besar satu-satu dari berbagai fakultas sembari menyebut keterkaitan fakultasnya dengan bidang kemaritiman.
Proses pengukuhan ini, lanjut Rektor, dianggap sebagai bagian penting dan sumber kebanggaan bagi Unhas. Kegiatan ini menciptakan momentum terbaik untuk memperkuat silaturahim, yang disaksikan oleh unsur pimpinan. “Gelar profesor tidak hanya sebuah penghargaan, tetapi juga merupakan bentuk berbagi pengalaman dan ilmu yang akan memberikan kontribusi berharga bagi perkembangan akademis Unhas,” jelas Prof.JJ.
Sebelumnya, setiap guru besar telah menyampaikan pidato penerimaan yang membahas judul penelitian dari bidang keahliannya.
*Prof. Dr. Ir. Siti Aslamyah, MP*
Menyampaikan pidato pengukuhannya yang berjudul “Aquafeeds Functional Harapan Untuk Akuakultur Berkelanjutan”. Dijelaskan, penyediaan pakan harus ditangani dengan baik karena sangat menentukan keberhasilan usaha budidaya. Mencermati kebutuhan nutrien atau zat gizi bagi ikan seperti protein dan karbohidrat, sangat bergantung pada kebiasaan makan, jenis, dan stadia ikan.
Lebih lanjut, Prof Aslamyah mengatakan penerapan system pemberian pakan yang berkelanjutan memperhatikan rasio FIFO (Fish in Fish Out). Rasio FIFO digunakan untuk mengevaluasi jumlah tepung ikan yang digunakan untuk menghasilkan daging ikan budidaya. Semakin kecil rasio FIFO maka nilainya akan semakin baik.
Daur ulang nutrisi dalam akuakultur, dapat dilakukan dengan menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), seperti penggunaan kembali limbah budidaya untuk organisme atau komoditi perikanan lainnya, daur ulang limbah nutrisi melalui siklus microbial, polisakarida dan protein dari turunan hasil laut sebagai gel rekayasa bagi makanan, biomaterial dan organ jaringan.
“Mengurangi limbah pakan dengan meningkatkan kualitas pakan dan FCR dengan fermentasi dan predigest, atau menambahkan aditif pakan untuk menghasilkan pakan fungsional. Mempertimbangkan teknologi akuakultur berbasis tropical level dengan pemberian pakan buatan dan limbahnya menjadi pakan alami,” jelas Prof Aslamyah.












