News  

Wali Kota Makassar Buka Festival Pangan di Tamalate, Warga Dapat Sembako Bersubsidi

Makassar, NusantaraInsight — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin secara resmi membuka Festival Pangan di Kecamatan Tamalate, Minggu (8/11/2026).

Kegiatan yang digelar Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Makassar itu bertujuan memperluas akses warga terhadap pangan berkualitas dengan harga terjangkau, sekaligus mendukung pengendalian laju inflasi pangan di Kota Makassar.

Dalam sambutannya, Munafri menyampaikan bahwa Festival Pangan merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Makassar memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan. Ia menilai kegiatan ini penting karena Makassar tidak memiliki lahan pertanian yang memadai untuk mengendalikan harga pangan secara mandiri.

“Kota Makassar menghadapi inflasi yang cukup tinggi karena kita tidak punya lahan pertanian yang cukup untuk mengendalikan harga pangan,” ujar Munafri dalam sambutannya.

Sembako bersubsidi

Festival Pangan menghadirkan 600 paket sembako bersubsidi melalui kerja sama antara DKP Kota Makassar dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Setiap paket berisi beras premium 5 kilogram, gula pasir 1 kilogram, dan minyak goreng 1 liter dengan harga Rp57 ribu, atau diskon 50 persen.

BACA JUGA:  Jurnal IPDN: Pemekaran Luwu Raya Layak Secara Fiskal dan Administratif

Kupon pembelian dialokasikan melalui koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan kelurahan. Penerima kupon adalah masyarakat dalam kategori fakir miskin serta berhak menerima bantuan sesuai ketentuan Baznas.

Munafri mengatakan subsidi sembako semacam ini memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Ia juga menyebut pemerintah kota telah beberapa kali menggandeng Bank Indonesia dalam kegiatan pangan murah, termasuk program pembelian menggunakan QRIS yang mendapat dukungan subsidi sekitar Rp10 ribu per paket.

Fokus kendali inflasi

Wali Kota menyoroti kenaikan harga sejumlah komoditas, terutama cabai, yang cenderung meningkat pada akhir tahun. Menurutnya, persoalan tersebut berkaitan dengan posisi Makassar sebagai kota konsumen yang bergantung pada pasokan dari daerah lain.

Ia berharap ke depan pemerintah dapat memperkuat infrastruktur ketahanan pangan, termasuk penyediaan fasilitas penyimpanan atau full storage, agar pasokan dan harga pangan lebih stabil.

“Kita berharap tahun depan sudah bisa membangun infrastruktur untuk mendukung ketahanan pangan, termasuk penyimpanan pangan yang memadai,” ujar Munafri.

Kolaborasi lintas pihak

Festival ini melibatkan sejumlah pihak, antara lain Baznas Kota Makassar, Bank Permata, Bulog, Dinas Ketahanan Pangan, pemerintah kecamatan dan kelurahan, Lembaga Ketahanan Masyarakat (LKM), ketua RT/RW, distributor pangan, serta produsen pangan.

BACA JUGA:  Hadiri TEI 2026, Wagub Dorong Produk Unggulan Kaltara Tembus Pasar Internasional

Munafri berterima kasih kepada para produsen dan mitra yang memberikan potongan harga serta menghadirkan pilihan pangan bagi warga. Ia menekankan bahwa kegiatan semacam ini diharapkan tidak berhenti sebagai acara seremonial, melainkan berjalan berkelanjutan dan dapat diakses langsung oleh masyarakat.

“Kegiatan ini harus berjalan setiap minggu agar mampu memantau laju inflasi dan memastikan kebutuhan masyarakat,” katanya.

Lebih dari pasar murah

Festival Pangan di Kecamatan Tamalate merupakan pengembangan dari program Gerakan Pangan Murah (GPM) dan menjadi bagian rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-419 Kota Makassar. Selain penjualan bahan pokok harga terjangkau, kegiatan ini juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan, edukasi gizi B2SA, sosialisasi pengurangan sisa pangan, serta pengujian keamanan pangan melalui mobil laboratorium DKP.

Kepala DKP Kota Makassar Niswan Mangkasa menyatakan festival dirancang untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap program ketahanan pangan, sekaligus membantu meringankan beban ekonomi rumah tangga.