Wamen P2MI Dzulfikar A. Tawalla Dampingi Guru Makassar Hadapi Era AI, PGRI Tekankan Kompetensi Digital

Makassar, NusantaraInsight — Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI) Dzulfikar A. Tawalla turut mendampingi para peserta pelatihan Guru Mahir Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI) yang diselenggarakan PGRI Kota Makassar pada Kamis (22/10/2026) di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Sulawesi Selatan.

Kehadiran Dzulfikar menjadi bentuk dukungan terhadap upaya penguatan kompetensi guru dalam menghadapi transformasi digital. Pelatihan tersebut merupakan bagian dari Gerakan Nasional 1 Juta Guru Mahir Koding dan AI melalui program PGRI Power 2026, yang bertujuan membekali guru dengan kemampuan koding, computational thinking, serta pemanfaatan AI dalam pembelajaran.

Dukungan bagi guru

Dalam kesempatan itu, Dzulfikar A. Tawalla menemani para peserta yang mengikuti rangkaian pelatihan di BBGTK Sulsel. Program ini menempatkan guru bukan hanya sebagai pengguna teknologi, tetapi juga sebagai penggerak inovasi pembelajaran yang mampu memanfaatkan AI secara kritis dan bertanggung jawab.

Kegiatan ini merupakan kelanjutan pembukaan Gerakan Nasional 1 Juta Guru Mahir Koding dan AI yang digelar PGRI Kota Makassar pada Selasa (20/10/2026) di lokasi yang sama. Pelatihan tersebut diikuti 265 guru dari berbagai sekolah di Kota Makassar dan berlangsung selama tiga hari.

BACA JUGA:  Rekreasi Bersama dan Pembubaran Panitia PORSENIJAR, Bupati Luwu Utara Apresiasi Dedikasi Guru dan PGRI

PGRI Makassar: Guru harus adaptif

Ketua PGRI Kota Makassar, Dr. Pantja Nur Wahidin, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa penguasaan koding dan AI kini menjadi kebutuhan penting bagi guru, bukan sekadar pilihan tambahan.

“Guru harus adaptif terhadap perkembangan zaman. Kehadiran AI dan teknologi digital harus dimanfaatkan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih efektif, menarik, dan sesuai kebutuhan peserta didik,” ujar Pantja.

Ia menjelaskan bahwa PGRI Kota Makassar menargetkan minimal 500 guru mahir koding dan AI, dengan target tahun ini sebanyak 600 guru. Menurutnya, pelatihan ini juga diharapkan melahirkan guru penggerak yang mampu menyebarluaskan keterampilan digital kepada rekan sejawat di sekolah masing-masing.

Siapkan guru era digital

Pantja menegaskan, PGRI Kota Makassar akan terus mendorong pelatihan berkelanjutan sebagai bagian dari penguatan profesionalisme guru. Ia berharap para peserta tidak berhenti pada pelatihan, melainkan menerapkan hasilnya dalam praktik pembelajaran di kelas.

“Kami ingin guru Makassar tidak hanya mengenal AI, tetapi mampu menggunakannya secara bijak untuk meningkatkan mutu pendidikan,” tandasnya.

BACA JUGA:  Luar Biasa, Bupati Sidrap Pimpin Gladi Bersih Pembukaan Porsenijar Malam Ini

Kehadiran Wamen P2MI Dzulfikar A. Tawalla di tengah pelatihan tersebut diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah, organisasi profesi guru, dan lembaga pendidikan dalam mempersiapkan generasi pendidik yang siap menghadapi era digital.