489 Kasus Influenza di Takalar, Dinkes: Belum Ada “Super Flu”

Super Flu

NusantaraInsight, Takalar — Dinas Kesehatan (Dinkes) Takalar mencatat 489 kasus influenza sejak awal 2026 hingga Kamis (24/9/2026). Kepala Dinkes Takalar dr Nilal Fauziah menegaskan, belum ada pasien yang dikategorikan sebagai kasus “super flu” di wilayah tersebut.

Menurut dr Nilal, istilah “super flu” bukan nama penyakit atau virus baru, melainkan istilah populer untuk menggambarkan influenza dengan gejala yang terasa lebih berat. Virus yang beredar tetap merupakan influenza musiman, antara lain Influenza A H3N2 subclade K, Influenza A H1N1, dan Influenza B.

Kasus influenza memang cenderung meningkat saat musim hujan atau pancaroba. Gejalanya meliputi demam tinggi mendadak, batuk kering berat, nyeri tenggorokan, badan pegal, lemas, serta mual dan muntah pada sebagian pasien.

Sebagian besar penderita dapat sembuh sendiri. Namun, balita, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta seperti diabetes serta asma perlu waspada karena berisiko mengalami komplikasi.

Dinkes mengimbau masyarakat cukup istirahat, menjaga nutrisi dan vitamin, memakai masker saat sakit atau berada di tempat ramai, serta rajin mencuci tangan. Vaksinasi influenza juga dianjurkan sebagai langkah pencegahan.

BACA JUGA:  Menjaga Kestabilan Pangan di Takalar Menjelang Iduladha 1447 H

Masyarakat diminta segera memeriksakan diri bila demam berlangsung lebih dari tiga hari atau muncul gejala memberat seperti sesak napas. Penggunaan antibiotik tanpa resep dokter tidak dianjurkan karena influenza disebabkan virus, bukan bakteri.