Makassar, NusantaraInsight — Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar bergerak cepat memulihkan fungsi drainase dan membuka kembali badan jalan yang tertutup lapak pedagang di kawasan Pasar Jongkok di Jalan AMD, Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, Kamis (2/7/2026).
Langkah ini merupakan bagian dari penataan kawasan pasar tumpah jongkok yang selama dua dekade terakhir menjadi pemicu banjir dan kemacetan parah di wilayah tersebut.
Melalui kolaborasi lintas sektor bersama Pemerintah Kecamatan Manggala, Kelurahan, RT/RW, Satpol PP, dan Perumda Pasar Makassar Raya, Dinas PU mengerahkan tim untuk menormalisasi saluran air yang menyumbat.
Penataan yang didukung penuh oleh Pemerintah Kota Makassar ini berjalan aman, tertib, dan tanpa gesekan berkat pendekatan persuasif dan humanis kepada para pedagang.
Camat Manggala, Ahmad, menjelaskan bahwa penataan ini mengutamakan dialog. Pemerintah telah melayangkan tiga kali surat teguran dan sosialisasi intensif sebelum membongkar sekitar 30 lapak yang berdiri di atas fasilitas umum.
Alhasil, sebagian besar pedagang secara sadar membongkar sendiri lapak mereka.
“Kalau dilihat, selama ini drainase ditutup oleh lapak sehingga air tidak mengalir dengan baik. Saat hujan, kawasan ini selalu tergenang banjir. Karena itu, normalisasi oleh Dinas PU dan penataan ini sangat krusial demi kepentingan masyarakat yang lebih luas,” ujar Ahmad.
Selama lebih dari 20 tahun, aktivitas pasar tumpah di atas badan jalan dan saluran air ini melumpuhkan lalu lintas, terutama pada akhir pekan.
Kini, setelah lapak ditertibkan, Dinas PU Kota Makassar memastikan saluran drainase dapat kembali difungsikan secara optimal untuk mengurangi potensi genangan saat musim hujan tiba.
Selain memulihkan infrastruktur jalan dan drainase, pemerintah juga memberikan solusi bagi keberlanjutan ekonomi warga.
Sebanyak 30 pedagang yang terdampak langsung direlokasi dan diarahkan masuk ke dalam area pasar resmi yang telah tersedia, sehingga mereka tidak lagi berjualan di bahu jalan.












