Religi  

Di Era Banjir Informasi, Basri Ajak Generasi Muda di Tiga Kompleks Teladani Akhlak Nabi

Makassar, NusantaraInsight – Ketua Pengurus Masjid Takdir Hasan Saleh, Dr. H. Basri, S.Pd., M.Pd., menekankan pentingnya meneladani sifat dan perilaku Nabi Muhammad SAW, khususnya bagi generasi muda yang kini menghadapi tantangan berat di era digital.

Hal itu disampaikannya dalam sambutan pada kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dihadiri warga dari tiga kompleks perumahan, yakni Griya Tata Asri, Villa Tata Asri, dan Gading Tata Asri, Sabtu (12/9) malam.

Basri yang juga Wakil Ketua IKA BKPRMI menyebut kegiatan Maulid Nabi bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan momentum memperkuat tali silaturahmi antarwarga di tiga kompleks yang selama ini berdekatan secara geografis, namun belum selalu intens dalam interaksi sosial.

“Kegiatan ini kita hadirkan untuk mempererat hubungan silaturahmi sesama warga di Griya Tata Asri, Villa Tata Asri, dan Gading Tata Asri. Semoga dari masjid ini, kita semakin dekat, semakin peduli, dan semakin solid sebagai satu komunitas,” ujarnya.

Ia menambahkan, masjid seharusnya menjadi pusat perekat sosial, bukan hanya tempat shalat, tetapi juga ruang pertemuan, diskusi, dan penguatan nilai-nilai kebersamaan.

BACA JUGA:  NU Sukses Gelar Makassar Bermunajat

Dalam bagian inti sambutannya, Basri menyoroti kondisi generasi muda yang hidup di tengah derasnya arus informasi digital.

Menurutnya, kecepatan akses informasi saat ini ibarat pedang bermata dua: bisa menjadi sumber ilmu, tetapi juga berpotensi menyesatkan jika tidak disaring dengan nilai agama.

“Generasi muda hari ini menghadapi tantangan yang sangat berat. Informasi begitu cepat, begitu banyak, tapi tidak semua benar, tidak semua baik. Di sinilah pentingnya kita kembali meneladani Nabi Muhammad SAW,” tegasnya.

Basri mengingatkan, Nabi Muhammad dikenal dengan sifat siddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan kebaikan), dan fathonah (cerdas). Keempat sifat itu, menurutnya, relevan dijadikan filter dalam menyikapi informasi di media sosial, grup WhatsApp, hingga platform digital lainnya.

“Kalau kita jujur, amanah, berani menyampaikan yang benar, dan menggunakan akal dengan bijak, insyaallah kita tidak mudah terbawa arus hoaks, fitnah, dan konten-konten yang merusak akhlak,” imbuhnya.

Lebih jauh, Basri mengajak warga menjadikan masjid sebagai benteng moral di tengah perubahan zaman. Ia berharap, kegiatan keagamaan seperti Maulid Nabi bisa rutin digelar dengan variasi tema yang menyentuh kebutuhan nyata warga, terutama remaja dan pemuda.

BACA JUGA:  Ujas Sebut Orang Sakit Bisa Bahagia, ini Caranya

“Masjid harus hidup, bukan hanya ramai saat Ramadhan. Kita butuh kajian rutin, butuh kegiatan pemuda, butuh program yang membuat anak-anak muda betah di masjid, karena di sini mereka bisa menemukan arah di tengah kebisingan dunia digital,” paparnya.