Makassar, NusantaraInsight — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menghadiri Pesta Rakyat Kecamatan Tamalate yang digelar di Sunset Quay, Center Point of Indonesia (CPI), Minggu (6/9/2026) malam. Dalam sambutannya, Munafri mengapresiasi kolaborasi Kecamatan Tamalate dalam menyelenggarakan kegiatan masyarakat tanpa menghabiskan anggaran negara.
Pesta Rakyat Kecamatan Tamalate dihadiri jajaran pemerintah kecamatan dan kelurahan, ASN, PPPK, pengawas kebersihan, serta warga setempat. Kegiatan tersebut menjadi ruang kebersamaan masyarakat sekaligus sarana penyampaian sejumlah program Pemerintah Kota Makassar.
Munafri, yang akrab disapa Appi, menegaskan Pemerintah Kota Makassar tidak melarang masyarakat mencari nafkah melalui aktivitas perdagangan, termasuk pedagang kaki lima. Namun, ia meminta seluruh pedagang tetap mematuhi aturan dan tidak berjualan di lokasi yang dilarang.
“Pemerintah tidak pernah melarang untuk berdagang atau berjualan mencari hidup. Silakan, tetapi jangan melakukan kegiatan perdagangan di tempat yang dilarang, karena ada hak-hak orang lain yang harus kita hormati,” kata Munafri.
Gratis Iuran Sampah Diperluas
Pada kesempatan itu, Munafri juga menyampaikan rencana perluasan program pembebasan iuran sampah bagi warga dengan daya listrik rumah tangga 900 hingga 1.300 watt.
Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan kelanjutan dari program sebelumnya yang menyasar pelanggan listrik berdaya 450 hingga 900 watt. Pemerintah Kota Makassar kini mulai melakukan survei dan validasi data penerima manfaat.
“Tahun ini, insyaallah, pembebasan pembayaran sampah akan direalisasikan bagi masyarakat yang memiliki daya listrik 900 sampai 1.300 watt,” ujarnya.
Ia meminta camat, lurah, RT, dan RW mengawal pendataan secara akurat. Rumah warga yang telah terverifikasi akan diberi tanda atau stiker sebagai penanda penerima program bebas iuran sampah.
Waspada Kebakaran dan Krisis Air
Munafri turut mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di tengah musim kemarau panjang. Ia menyebut sebagian besar kebakaran di Makassar dipicu oleh arus pendek atau korsleting listrik.
Warga diminta memastikan kompor telah dimatikan setelah digunakan, tidak menumpuk penggunaan listrik secara berlebihan, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan.
Selain ancaman kebakaran, kemarau panjang juga berdampak pada kebutuhan air bersih masyarakat. Munafri memastikan seluruh perangkat Pemerintah Kota Makassar akan bekerja sama menyalurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak.

br
br






br





