Raker Unismuh 2026: 75 Prodi Dibenahi, Fokus ke Teaching University

Gowa, NusantaraInsight — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mulai menggeser fokus pengembangannya dari ekspansi kelembagaan menuju penguatan mutu. Setelah berkembang hingga memiliki 75 program studi, Unismuh kini mempertajam diferensiasi sebagai teaching university yang tetap memiliki kekuatan riset, berdampak bagi masyarakat, dan bereputasi global.

Arah tersebut mengemuka dalam paparan Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Unismuh Makassar Prof Dr Gagaring Pagalung, M.Si., Ak., CA., dan Rektor Unismuh Dr Ir H Abd Rakhim Nanda, ST., MT., IPU., pada Rapat Kerja (Raker) Tahun Akademik 2026–2027 di Malino Highlands, Kabupaten Gowa, Selasa, 25 Agustus 2026.

Dalam sesi yang dipandu Sekretaris Badan Perencanaan Unismuh, Dr. Ir. Rahmi, S.Pi., M.Si., IPU, Ketua BPH memaparkan arah pengembangan sarana dan prasarana kampus, sedangkan Rektor menyampaikan capaian kinerja dan arah pengembangan Unismuh.

*Teaching University Dipertajam*

Rektor Unismuh Makassar Abd Rakhim Nanda mengatakan pilihan menuju teaching university lahir setelah universitas kembali mencermati kapasitas riil institusi dan parameter akreditasi perguruan tinggi.

Sebelumnya, roadmap Unismuh menempatkan periode 2024–2028 sebagai fase toward research university. Namun, masukan dari para pakar yang diundang Unismuh menunjukkan bahwa diferensiasi misi perguruan tinggi perlu disesuaikan dengan kekuatan sumber daya manusia dan kondisi faktual institusi.

BACA JUGA:  LPM Penalaran UNM Laksanakan Seminar Hasil dan Seminar Proposal Penelitian

“Kelihatannya kita keluar dari realitas kita kalau kita paksakan research university di tahun ini. Maka, sesudah Raker ini kita akan menugasi tim ad hoc untuk lebih mempertajam rumusan teaching university,” ujar Rakhim.

Pilihan tersebut bukan berarti Unismuh meninggalkan riset. Menurut Rakhim, tim yang dibentuk nantinya akan mencari formulasi yang memungkinkan teaching university tetap memiliki semangat dan kekuatan penelitian.

Unismuh juga telah merumuskan lima diferensiasi misi teaching university, yakni pembelajaran berkualitas yang berorientasi pada mahasiswa, pengembangan kompetensi dan kesiapan karier, internasionalisasi pembelajaran, penguatan teaching excellence, serta pembelajaran yang berdampak bagi masyarakat.

Pada saat yang sama, reputasi global yang telah mulai dibangun tetap dipertahankan. Karena itu, arah yang dibahas dalam Raker adalah transformasi menuju teaching university yang berdampak, berkelanjutan, dan bereputasi global.

Rakhim juga mengungkapkan kemungkinan rumusan visi Unismuh diperkuat dengan dimensi daya saing internasional. Penguatan tersebut akan diselaraskan dengan pencarian keunggulan khas institusi dan tetap bertumpu pada pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, dengan dukungan lingkungan kampus serta good university governance.

BACA JUGA:  Mahasiswa KKN Unhas Laksanakan Program ‘Growing with SDGs: Small Habits, Big Impact’

*75 Prodi, Fokus Bergeser ke Penguatan Mutu*

Perubahan arah tersebut juga terlihat dari kebijakan pengembangan program studi.

Saat ini Unismuh telah memiliki 75 program studi. Rakhim menilai jumlah itu telah membuat Unismuh tumbuh menjadi perguruan tinggi yang besar secara kuantitatif. Konsekuensinya, atmosfer akademik dan sistem penjaminan mutu harus diperkuat agar besarnya jumlah prodi tidak berubah menjadi beban institusi.

“Kalau tidak dibangun secara selaras, maka 75 prodi ini akan menjadi beban yang sangat berat,” ujarnya.

Karena itu, Rektor menegaskan bahwa mulai Agustus 2028 Unismuh tidak lagi berorientasi menambah program studi baru. Proposal prodi yang saat ini masih berproses akan dituntaskan, setelah itu fokus diarahkan pada pembenahan dan penguatan program studi yang telah dimiliki.